Rabu, 1 Februari 2023

Gubernur Jatim dan Gubernur Alexandria Mesir Sepakati Kerja Sama Tiga Bidang

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur bersama Mohamed Taher El-Sherif Gubernur Alexandria, Mesir waktu membasa kerjasama tiga sektor, Rabu (23/11/2022). Foto: Humas Pemprov Jatim.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) bersama Mohamed Taher El-Sherif Gubernur Alexandria, Mesir resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) atau Surat Pernyataan Kehendak untuk kerja sama di tiga bidang prioritas di Alexandria, Mesir, Rabu (23/11/2022).

Khofifah menjelaskan tiga bidang prioritas itu di antaranya perdagangan dan investasi, pariwisata serta pendidikan. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Gubernur dengan Ashraf Mohamed Moguib Sultan Duta Besar Mesir untuk Indonesia di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada 19 November 2021 lalu.

“Alhamdulillah kita mencatat sejarah baru. Bersama Gubernur Alexandria kami telah menandatangani LoI kerja sama di tiga sektor prioritas,” ungkap Khofifah dalam keterangannya, Kamis (24/11/2022).

Khofifah optimis melalui penandatanganan Lol ini maka akan semakin banyak kerja sama yang bisa dibangun antara Jatim dan Alexandria di masa mendatang.

Khofifah menjelaskan, kedua wilayah memiliki potensi besar untuk link and match di bidang perdagangan.
Sebagaimana diketahui bahwa Mesir tidak menanam kopi tetapi tradisi minum kopi masyarakat Mesir cukup tinggi.

Sedangkan Jawa Timur memiliki komoditas unggulan perkebunan antara lain kopi, yang mana pada Oktober lalu melalui program communal branding, Jatim sudah melakukan ekspor kopi sebanyak 200 ton ke Mesir.

“Yang diharapkan setelah penandatanganan LoI serta temu bisnis akan semakin meningkat volume maupun sektor lain yang kita kerjasamakan,” ujar Khofifah.

Begitu juga untuk bidang furnitur, yang mana Mesir sangat membutuhkan komoditas ini untuk suplai kebutuhan berbagai pembangunan yang sekarang gencar dilaksanakan.

Sementara di Jatim sendiri memiliki pabrik furnitur terbesar di Indonesia sehingga potensi ekspor furnitur Jatim ke Mesir menjadi hal yang sangat potensial.

Sedangkan di sektor pariwisata, Mantan Menteri Sosial RI itu menyebut bahwa potensi pariwisata religi menjadi salah satu kemiripan yang dimiliki kedua wilayah.

Khofifah mengatakan, tercatat 160.000 jemaah umrah Jatim per tahun berpotensi untuk menambah paket umrah dengan kunjungan wisata religi ke Mesir.

“Saat ini cukup banyak yang menambah wisata religi ke Turki dan sebagainya bisa akses ziarah ke wilayah peradaban kuno Mesir yang berada di Alexandria maupun ziarah ke ulama- ulama yang menjadi panutan sebagian besar umat Islam Indonesia,” jelas Khofifah.

Selain perdagangan dan pariwisata, sektor pendidikan menjadi prioritas kedua wilayah. Alexandria juga dikenal sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan dunia Mediterania kuno untuk sebagian besar zaman Helenistik dan zaman kuno akhir.

Selain itu, Kota Alexandria juga terkenal dengan perpustakaan terbesar di dunia, yang memuat karya-karya penting ulama besar Islam, tentu menjadi magnet bagi pendalaman sejarah Islam tanah air.

“Pintu gerbang masa depan sudah kita buka. Mari manfaatkan ini sebaik mungkin. Ini saatnya Jatim unjuk gigi kepada dunia melalui berbagai sektor keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata serta pendidikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Mohamed Taher El-Sherif mengatakan bahwa Alexandria memiliki perpustakaan tertua di dunia. Dia ingin pertukaran naskah kuno dari ulama-ulama Indonesia khususnya Jatim, supaya dikenalkan secara global.

“Turots (model literasi yang dimiliki oleh peradaban islam) dan naskah kuno dari ulama Indonesia sangat berharga karena selama ini perannya bagi keilmuan dunia sangat besar. Maka sangat strategis jika dilakukan pertukaran naskah kuno dan turots dari ulama Indonesia dan Jatim,” kata Mohammed Taher.(wld/rum/ipg)

Berita Terkait