Rabu, 1 Februari 2023

Jepang, AS dan Korsel Adakan Pertemuan dalam Upaya Pencegahan Ancaman Militer Korut

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Seorang pria menonton TV yang menyiarkan berita tentang Korea Utara yang menembakkan rudal balistik di atas Jepang, di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, Selasa (4 Oktober 2022). Foto: Antara

Para diplomat senior Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan pada Rabu (26/10/2022) sepakat memperkuat pencegahan untuk mengekang ancaman militer Korea Utara di tengah kekhawatiran Pyongyang akan kembali melakukan uji coba nuklir.

Mengutip Antara, pertemuan trilateral itu digelar menyusul serangkaian peluncuran rudal balistik oleh Korut, termasuk peluncuran pada awal Oktober ketika rudal Korut melintas di atas kepulauan Jepang untuk pertama kalinya sejak September 2017.

Pada Selasa (25/10/2022), Yoon Suk Yeol Presiden Korsel menyampaikan dalam pidatonya di Majelis Nasional Korsel bahwa Korut tampaknya telah menyelesaikan persiapan untuk uji coba nuklir.

Para diplomat Korsel, AS dan Jepang memiliki pandangan bahwa program pengembangan nuklir dan rudal Korut adalah tantangan nyata dan serius bagi komunitas internasional.

Menurut Takeo Mori Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, atas dasar itulah ketiga negara setuju untuk bekerja sama, termasuk melalui Dewan Keamanan PBB.

Setelah pertemuan trilateral yang berlangsung di Tokyo itu, Mori juga mengatakan kepada wartawan bahwa ketiga negara tidak akan pernah menolerir ancaman nuklir Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Takeo Mori, Wendy Sherman Wakil Menlu AS, dan Cho Hyun Dong Wakil Pertama Menlu Korsel juga menyatakan penentangan terhadap setiap upaya untuk mengubah status quo di Laut China Timur dan Selatan.

Pernyataan itu menjadi kritik tersembunyi terhadap klaim teritorial dan pembangunan militer China yang ambisius di kawasan itu.

Pertemuan para wakil menlu ketiga negara itu dilakukan untuk melanjutkan pertemuan trilateral sebelumnya di Seoul pada Juni.

Pada Mei, Yoon Suk Yeol menggantikan Moon Jae In yang berhaluan kiri sebagai Presiden Korsel.

Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Moon hubungan antara Seoul dan Tokyo memburuk karena masalah tenaga kerja dan teritorial di masa perang.(ant/red/dfn)

Berita Terkait