Rabu, 10 Agustus 2022

KAI Minta Penumpang Duduk Sesuai Nomor Kursi dan Laporkan Pelecehan Seksual

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Kampanye pencegahan pelecehan seksual di Stasiun Surabaya Gubeng, Rabu (29/6/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Pada 19 Juni lalu sosial media dihebohkan dengan unggahan video warganet saat menjadi korban pelecehan seksual di dalam kereta api. Untuk mencegah kejadian serupa, KAI Daop 8 Surabaya melakukan kampanye pada penumpang hari ini, Rabu (29/6/2022).

Puluhan tangkai bunga mawar merah beserta stiker seruan pencegahan pelecehan seksual dibagikan ke para penumpang perempuan anak-anak hingga dewasa. Rombongan terdiri dari Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jatim, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jatim, sejumlah tokoh dan aktivis anti kekerasan seksual, dan Komunitas Pecinta Kereta Api.

Heri Siswanto, Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya mengatakan, meski selama ini belum pernah terjadi tindak kekerasan seksual di wilayahnya, namun pihaknya tidak ingin peristiwa pelecehan yang sempat viral di sosial media itu terulang.

Peluang itu, menurutnya, bisa saja terjadi di KA lokal karena jumlah penumpang yang sering kali longgar dan tidak penuh, sehingga sutuasinya sepi. Tapi, Heri menegaskan petugas tetap antisipasi dengan memonitor kamera-kamera CCTV di depan mau pun belakang tiap kereta api.

“Kalau KA Jarak Jauh penumpangnya rata-rata 100 persen (penuh),” katanya kepada suarasurabaya.net, Rabu (29/6/2022).

Heri meminta para penumpang juga turut melaporkan bila mendapatkan perlakuan pelecehan tersebut ke pada petugas kereta. Selain itu, penumpang harus duduk sesuai ketentuan kursi yang ada di tiket, agar memudahkan petugas melakukan tracking jika terjadi sesuatu.

Senada dengan Heri, Anton Yuwono perwakilan DP3AK Jatim berjanji akan menangani sampai tuntas jika terjadi tindakan pelecehan itu.

Begitu juga dengan Said Sutomo Ketua YLKI Jatim, turut menyuarakan ke pada konsumen untuk memperhatikan haknya.

“Jangan takut melakukan pengaduan yang ada terhadap dirinya baik oleh siapa pun, perilaku mau pun verbal,” kata Said.

Sebelumnya, seorang warganet mengunggah video di sosial media. Dalam video itu terlihat tindakan pelecehan seksual, pelaku yang meletakkan tangannya di dekat paha korban padahal sudah berulang kali ditegur. Peristiwa itu terjadi 19 Juni 2022 ketika penumpang menaiki kereta Argo Lawu relasi Solo-Jakarta. (lta/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Rabu, 10 Agustus 2022
25o
Kurs