Jumat, 30 September 2022

Kemenag: Kemungkinan Ada Perbedaan Waktu Awal Ramadan 1443 Hijriah di Indonesia

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Foto: Suarasurabaya.net

Adib Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama mengatakan, ada kemungkinan terjadi perbedaan awal Ramadan 1443 Hijriah/2022 Masehi.

Dia mengatakan, ada umat Islam di Indonesia yang mengawali Ramadan hari Sabtu tanggal 2 April 2022, dan bisa jadi ada yang mulai berpuasa hari Minggu tanggal 3 April 2022.

Menurut Adib, perbedaan itu wajar terjadi karena metode penetapan yang digunakan berbeda-beda.

Ada yang menggunakan metode penghitungan astronomis (hisab), dan metode mengamati bulan langsung menggunakan teropong (rukyat).

“Ya, kemungkinan ada yang akan mengawali Ramadan pada 2 April 2022, dan kemungkinan ada pula yang mulai puasa pada 3 April 2022. Kita tunggu saja hasil Sidang Isbat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Rencananya, sore hari ini, Jumat (1/4/2022), Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriah, bertempat di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta.

Sidang Isbat melibatkan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan ormas Islam, Komisi VIII DPR RI, sejumlah duta besar negara sahabat, serta kementerian/lembaga terkait.

Sidang Isbat selama ini menjadi sarana diskusi dan tukar pandangan para ulama, cendekiawan serta para ahli.

Kementerian Agama berperan sebagai fasilitator para ulama, ahli, dan cendekiawan untuk bermusyawarah menetapkan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.

Nantinya, hasil sidang isbat akan diumumkan kepada masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air supaya bisa jadi pedoman.

Kalau ada perbedaan awal Ramadan, Adib mengingatkan seluruh Umat Islam mengedepankan sikap saling menghormati. Sehingga, tidak mengurangi kekhidmatan ibadah bulan puasa.

Sebelumnya, Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan tahun ini tanggal 2 April.

Keputusan tersebut berdasarkan hasil hitungan wujudul hilal yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sementara, Nahdlatul Ulama (NU) akan menetapkan awal Ramadan berdasarkan metode hisab dan rukyat yang dilakukan hari ini.

Ismail Fahmi Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kementerian Agama menjelaskan, hari ini ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 1 derajat 6,78 menit, sampai 2 derajat 10,02 menit.

Sekadar informasi, tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Agama mengacu kriteria hilal bulan awal Hijriah pada ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam.

Tapi, mulai tahun ini, Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan acuan yang disepakati bersama Menteri Agama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

Merujuk acuan baru tersebut, awal bulan Ramadan, Syawal dan Zulhijjah disepakati dengan indikator tinggi bulan minimal 3 derajat, dan elongasi minimal 6,4 derajat.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Jumat, 30 September 2022
27o
Kurs