Jumat, 3 Februari 2023

Kemenkes Nyatakan Belum ada Virus Cacar Monyet di Indonesia

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Gejala penyakit Cacar Monyet. Foto: Channel News Asia

Mohammad Syahril Juru Bicara Kementerian Kesehatan Indonesia mengkonfirmasi bahwa di Indonesia belum pernah ditemukan adanya sebaran virus monkeypox atau cacar monyet.

Syahril menyampaikan, sebelumnya ada 9 orang di Indonesia yang dicurigai terpapar virus tersebut.

“Setelah kami cek, 9 orang ini ternyata bukan terinfeksi cacar monyet. Hasilnya adalah diagnosa penyakit lain seperti PCR Orthopoxviridae negatif, Pemfigoid bulosa, dan Varicella,” jelas Syahril, dalam konferensi pers bertema Perkembangan “Kasus Covid-19, Hepatitis Akut dan Cacar Monyet di Indonesia”, Jumat (24/6/2022).

Syahril merinci, data Kemenkes pada 24 Juni 2022 yang mendiagnosa 9 orang tersebut antara lain. 7 orang PCR Orthopoxviridae negatif, 1 orang Pemfigoid bulosa, dan 1 orang Varicella.

Kata dia, proses transmisi atau penularan virus cacar monyet itu bisa melalui hewan ke manusia kemudian manusia ke manusia.

Aspek tubuh yang berpotensi besar menularkan virus tersebut yaitu melalui darah atau cairan yang berasal dari dalam tubuh.

Kemenkes juga memaparkan data temuan cacar monyet dari di seluruh dunia yang mencatat sebanyak 3.335 orang terkonfirmasi, 299 suspect, dan 117 discarded.

“Dari seluruh dunia yang terkonfirmasi terpapar cacar monyet 3.335 orang. Dan belum ada laporan yang meninggal karena virus tersebut,” imbuhnya.

Dari seluruh dunia, menurut Syahril, Inggris mencatat kasus tertinggi dengan 796 orang terkonfirmasi, kemudian disusul Jerman 521 orang, dan Spanyol 520 orang. Kurang lebih ada 47 negara yang sudah mencatatkan virus cacar monyet terkonfirmasi.

“Perlu diketahui, cacar monyet akan sembuh dengan sendirinya setelah 2-4 minggu. Virus ini memang membuat orang tidak nyaman, tapi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Tetap waspada,” pungkasnya.(wld)

Berita Terkait