Selasa, 5 Juli 2022

Kesaksian Guru SMP Labschool Unesa 2 Surabaya Sesaat Sebelum Kecelakaan Beruntun Terjadi

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Bagus Adam, Guru Olahraga SMP Labschool Unesa 2 Surabaya saat diwawancara media, Selasa (21/6/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Bagus Adam, Guru Olahraga SMP Labschool Unesa 2 Surabaya yang menjadi salah satu pendamping dalam studi tour sekolah tersebut ke Bali menceritakan hal yang terjadi di dalam bus sesaat sebelum kecelakaan beruntun pada Sabtu (18/6/2022) lalu.

“Sekitar 30 meter sebelum nabrak (mobil) pertama, sopirnya bilang rem kosong. Tapi kita mencoba tidak panik. Posisi laju bus juga pelan tidak ugal-ugalan karena jalan turunan,” kata Bagus saat ditemui suarasurabaya.net di SMP Labschool Unesa 2 Surabaya, Selasa (21/6/2022).

Meski sudah mengetahui kondisi rem blong, Bagus mengatakan bus terus melaju di jalan turunan curam di Banjar Dinas Pacung, Baturiti, Tabanan, Bali hingga menabrak delapan mobil, dua sepeda motor, dan menewaskan seorang pejalan kaki.

Setelah kecelakaan beruntun itu, sopir masih berupaya mengendalikan laju bus agar tidak menabrak kendaraan lain lagi.

Bagus yang duduk di bangku penumpang paling depan sisi sebelah kiri itu berusaha menenangkan 42 siswa-siswi di busnya. Seluruh penumpang yang duduk di sebelah kiri diarahkannya pindah ke sisi sebelah kanan dan berpegangan erat dengan penumpang yang sudah duduk di situ. Setelah memberikan instruksi, sopir bus kemudian membanting setir ke lahan kosong sebelah kiri.

“Kaca depan awalnya tidak langsung pecah, tapi seperti seribu bayangan. Kemudian siswa-siswi sudah inisiatif luar biasa ambil alat pemecah kaca untuk berusaha keluar dari jendela. Sebagian saya bantu gendong keluar lewat kaca depan setelah pecah. Setelah semua keluar, kita lari ke titik aman dulu. Baru kemudian mengambil barang-barang yang tertinggal,” kata Bagus.

Bagus juga sempat mengalami luka lecet di bagian tangan kirinya karena terkena serpihan kaca. Begitu pun beberapa siswa-siswi dan pendamping lainnya dalam bus itu.

“Langsung kita obati dulu pakai P3K yang dibawa di bus. Kita bawa semuanya ke penginapan. Cek lagi siapa-siapa yang butuh ke rumah sakit untuk memastikan tidak ada yang serius,” ujar Bagus.

Hingga pada Minggu (19/6/2022) siang, seluruh rombongan perjalanan pulang kembali ke Surabaya. Sebanyak 46 penumpang bus yang mengalami insiden kecelakaan pulang dengan berganti kendaraan. Sesampainya di Surabaya, Senin (20/6/2022) pagi, seluruh siswa dan guru kembali menjalani pemeriksaan.

“Jam 4 pagi pas sampai itu kita scanning lagi seluruh siswa dan guru sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing,” kata Widya Nusantara, Wakil Bidang Akademik Badan Pengelola Sekolah Labschool Unesa, Minggu.

Tim SMCC Unesa memberi arahan ke beberapa siswa di ruang konseling individu sebelum trauma healing dimulai, Selasa (21/6/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Widya memastikan tidak ada luka serius yang dialami seluruh penumpang, sehingga saat ini fokus sekolah adalah pada penanganan psikologis oleh Satuan Mitigasi Crisis Center (SMCC) Unesa.

Hari ini sekitar pukul 10.00 WIB seluruh siswa yang ikut dalam rombongan study tour itu diundang ke sekolah untuk diberikan trauma healing.

Wiryo Nuryono Ketua Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) SMCC Unesa mengatakan, berdasalkan hasil asesmen awal, ada tiga klasifikasi kondisi trauma. Mulai dari ringan, sedang, hingga berat.

“Ringan, masuk ke konseling secara kelompok hari ini. Sementara sedang sampai berat akan diberi konseling individu. Satu kelas lainnya, khusus trauma healing untuk para orang tua. Tapi itu berdasar asesmen awal, bisa berubah tergantung saat penanganan,” kata Wiryo.

Aktivitas sekolah sementara ditiadakan, termasuk classmeeting yang semula dijadwalkan sejak Senin (20/6/2022). Sedangkan trauma healing akan terus diberikan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dalam penindakan ini, pihak SMCC Unesa sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.(lta/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
30o
Kurs