Jumat, 14 Juni 2024

Lavrov: Ukraina Penuhi Usulan Moskow atau Tentara Kami Ambil Keputusan

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Sergei Lavrov Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia. Foto: Xinhua Sergei Lavrov Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia. Foto: Xinhua

Sergei Lavrov Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan usulan Moskow mengenai penyelesaian konflik di Ukraina yang sudah diketahui Kiev. Hal ini tergantung kepada Ukraina untuk memenuhinya atau tidak. Jika tidak, maka tentara Rusia yang akan memutuskannya.

“Usulan kami untuk demiliterisasi dan denazifikasi wilayah yang dikendalikan oleh rezim, penghapusan ancaman terhadap keamanan Rusia yang berasal dari sana, termasuk tanah baru kami, sudah diketahui musuh,” tuturnya yang dikutip oleh kantor berita TASS pada Senin (26/12/2022) malam.

“Intinya sederhana, penuhi usulan itu untuk kebaikan Anda sendiri. Jika tidak, masalah ini akan diputuskan oleh tentara Rusia,” lanjutnya lagi.

Dikutip Antara dari Reuters pada Selasa (27/12/2022), Moskow menyebut invasinya di Ukraina sebagai “operasi militer khusus” untuk men-“demiliterisasi” dan “denazifikasi” negara tetangganya itu.

Sebagai informasi, mendemiliterasi yakni pembebasan dari ikatan atau dari sifat-sifat kemiliteran, sedangkan denazifikasi yakni pembebasan dari neo-Nazi.

Kiev dan sekutu Barat mereka menyebutnya sebagai agresi bergaya kekaisaran untuk merebut wilayah Ukraina.

Sebelumnya pada September, Moskow menyatakan telah mencaplok empat provinsi Ukraina (Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson) setelah mengadakan kegiatan yang mereka sebut sebagai referendum.

Kiev dan sekutunya menolak referendum tersebut, menyebutnya sebagai sesuatu yang palsu dan ilegal.

Pada Minggu (25/12/2022), Vladimir Putin Presiden Rusia mengatakan Moskow terbuka untuk negosiasi dan menyalahkan Kiev dan sekutunya atas kurangnya komunikasi, sikap yang sebelumnya dibantah oleh Washington sebagai dalih di tengah serangan Rusia yang terus menerus.

Lavrov mengatakan persoalan mengenai berapa lama konflik akan berlangsung.

“Pilihan ada di tangan rezim dan Washington yang mendukungnya,” ujarnya.

Tidak ada kejelasan kapan perang akan berakhir, meski perang tersebut telah memasuki bulan ke-11 dan telah menewaskan ribuan orang, membuat jutaan orang terlantar, dan mengubah banyak kota menjadi puing-puing.

Kiev menolak memberikan sejengkal tanah pun untuk Rusia dengan imbalan perdamaian dan secara terbuka menuntut Rusia untuk melepaskan semua wilayah.

Moskow bersikeras bahwa mereka sedang melakukan “demiliterisasi” dan “denazifikasi” tetapi pada kenyataannya tujuannya belum sepenuhnya tercapai.(ant/rum/ipg)

Berita Terkait

..
Surabaya
Jumat, 14 Juni 2024
29o
Kurs