Rabu, 8 Februari 2023

Lima Rumah Pompa Dibangun Antisipasi Banjir di Sidoarjo

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Rumah pompa yang sedang dibangun di Sidoarjo untuk mengurangi ancaman bencana hidrometeorologi berupa banjir saat musim hujan. Foto: Antara

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendirikan lima rumah pompa sebagai upaya mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir yang kerap terjadi di beberapa lokasi di wilayah setempat.

Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo, Senin (7/11/2022) mengatakan ada lima rumah pompa yang dibangun, yakni rumah pompa di depan Lippo Plaza, rumah pompa Desa Banjarasri, Desa Banjarpanji, Desa Kedungbanteng dan rumah pompa Desa Penatarsew.

Gus Muhdlor melanjutkan, Dinas PU Bina Marga dan SDA juga menyiagakan pompa portable dengan total 30 unit.

Mengutip Antara, saat ini rumah pompa di depan Lippo Plaza dalam tahap pembangunan. Rumah pompa itu memiliki kapasitas penyedotan 200 liter per detik.

“Kapasitasnya sama dengan pompa yang lama, yaitu 200 liter per detik,” ujar Gus Muhdlor.

Dia mengatakan, penambahan itu dilakukan agar genangan air yang menutup jalan Raya Jati bisa segera surut disedot dengan 2 unit pompa yang memiliki kapasitas masing-masing 200 liter per detik.

“Bila satu pompa membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menyedot genangan air, dengan ditambahnya satu pompa lagi maka penyedotan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Gus Muhdlor, kemacetan di Jalan Raya Jati kerap kali terjadi pada sore saat jam pulang kerja. Keadaan akan lebih parah jika terjadi genangan air. Oleh karena itu, penambahan rumah pompa di beberapa titik lokasi di Sidoarjo menjadi skala prioritas.

“Jalan raya Jati ini termasuk vital, karena jalur utama menuju Sidoarjo Barat dan sebaliknya dari barat menuju jalan tol dan menuju kota. Penambahan pompa itu untuk mempercepat penyedotan agar arus lalu lintas tidak sampai berhenti, jangan sampai kendaraan tidak bisa lewat karena adanya genangan air yang biasanya ada di bawah jalan tol,” ucapnya.

Sedangkan, pembangunan rumah pompa lainnya berada di wilayah Kecamatan Tanggulangin. Terdapat empat desa yang menjadi fokus perhatian pemerintah, yakni Desa Banjarpanji, Banjarasri, Kedungbanteng dan Penatarsewu. Keempat desa itu sering menjadi langganan banjir rob, karena berada di kawasan pertambakan dan dekat dengan laut.

“Kemudian dalam menghadapi banjir rob kita antisipasi dengan menambah rumah pompa di daerah yang rawan banjir. Yakni di kawasan empat desa di Kecamatan Tanggulangin. Selain menambah unit pompa, Dinas PU Bina Marga SDA juga saya minta normalisasi saluran,” kata Gus Muhdlor.

Rizal Asnan Kabid Irigasi dan Pematusan Dinas PU Bina Marga dan SDA mengatakan, pihaknya telah menyediakan 30 unit pompa, termasuk tujuh pompa portable yang disiagakan untuk menyedot genangan air di luar titik pompa yang sudah ada.

Dia menambahkan, sebanyak 30 unit pompa telah disebar di beberapa loaksi, di antaranya Dam Banjarpanji ada empat unit, Dam Kedungbanteng ada tiga unit, Dam Banjarasri ada tiga unit, pintu air Muafa Penatarsewu ada tiga unit, Lapindo Desa Banjarasri ada tiga unit, dan Belakang Balai Desa Banjarpanji ada diua unit.

Kemudian, jembatan besi Kedungbanteng satu unit, Lapindo Desa Kedungboto satu unit, Desa Candipari satu unit, Lippo Plaza ada dua unit dan yang standby di Workshop Dinas PU Bina Marga dan SDA ada tujuh unit.

“Yang sering terjadi genangan biasanya di kawasan perumahan dan pemukiman penduduk. Jadi sudah kita antisipasi dengan menyiapkan pompa portable sebanyak tujuh unit,” ujarnya.(ant/tik/rst)

Berita Terkait