Kamis, 11 Agustus 2022

Ombudsman Multimedia Minta SS Mempertahankan Pola Komunikasi Timbal Balik dengan Publik

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ruang siaran Radio Suara Surabaya. Foto: Dokumen suarasurabaya.net

Priambodo Ombudsman Multimedia, Minggu (12/6/2022), membahas isu tantangan media massa di era serbuan media sosial, di Studio Radio Suara Surabaya.

Pewarta Senior yang akrab disapa Bob itu mengudara dalam rangka ulang tahun ke-39 Radio Suara Surabaya (SS).

Menurutnya, sebagai media kepercayaan masyarakat Kota Surabaya, Radio SS tidak harus menyajikan informasi untuk sekedar menyenangkan masyarakat saja.

Kalau tidak sependapat dengan masyarakat tapi sesuai fakta, maka harus disampaikan media massa kepada publik.

“Media dan jurnalisme harus menyampaikan kebenaran meski dengan cara yang tidak menyenangkan, kalau selalu menyenangkan namanya Srimulat,” katanya.

Bob melanjutkan, tantangan media pascapandemi adalah soal kebenaran informasi. Bahkan, dia mengumpamakan kepastian adalah ketidakpastian.

“Radio SS harus mempertahankan jurnalisme data untuk menjawab tantangan di era berkembangnya media sosial saat ini,” imbuhnya.

Dia menyebut, kunci penerapan jurnalisme data adalah kompetensi wartawan. Misalnya, waktu meliput atau wawancara narasumber harus memiliki kajian data, fakta, dan referensi.

“Tugas SS kemudian harus mengulasnya secara aktual,” tegas Bob.

Lebih lanjut, berdasarkan analisa pewarta senior itu, ‘penyakit’ dari internet adalah menyajikan informasi sesuai SEO (Search Engine Optimization). Sehingga, apa yang disukai masyarakat akan selalu ditampilkan mesin pencarian.

Karena ‘penyakit’ tersebut, masyarakat tidak memiliki basis theatre of mind untuk mencari informasi berdasarkan fakta, wawancara, dan data komperehensif.

“Untuk itu, butuh media yang cerdas untuk menciptakan masyarakat atau SDM yang juga cerdas,” imbuhnya.

Tapi, Bob optimistis Radio Suara Surabaya yang mengutamakan verifikasi dan melibatkan semua elemen masyarakat bisa menjaga jurnalisme untuk kepentingan publik

Dia berharap Radio SS yang usianya sudah tergolong dewasa mempertahankan komunikasi timbal balik kepada publik dan meningkatkan kreativitasnya dalam membalut informasi.

Bob menambahkan, Radio SS akan selalu menjadi keranjang yang menampung informasi dari masyarakat Kota Surabaya. Bahkan, bisa jadi semakin bertambah banyak pendengar yang melapor.

Maka dari itu, proses verifikasi dan penyajian berita harus lebih kreatif.

“Tantangan terbesar media massa bukan sekadar pertama kali menjadi tempat diakses, tapi tempat pertama kali mencari kebenaran,” pungkasnya.(wld/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
27o
Kurs