Kamis, 25 Juli 2024

Operasi Patuh Semeru Resmi Digelar 2 Pekan, Kapolda Jatim Lepas 52 ETLE Mobile

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Irjen Pol Nico Afinta sesaat sebelum melepas 52 kendaraan ETLE Mobile di Polda Jatim, Senin (13/6/2022). Foto: Humas Polda Jatim.

Irjen Pol. Nico Afinta Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Semeru 2022, di lapangan Mapolda Jatim, Senin (13/6/2022).

Dalam agenda Operasi Patuh Semeru tersebut, Kapolda melepas 52 kendaraan ETLE Mobile untuk operasi yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari tanggal 13 Juni sampai dengan tanggal 26 Juni 2022, di seluruh wilayah Jatim.

“Dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat berlalu lintas kami akan mengedepankan kegiatan operasi ini secara preemtif, preventif secara humanis dan persuasif,” jelas Nico Afinta.

Dalam amanatnya, Dia menjelaskan bahwa perkembangan situasi dan kondisi lalu lintas dan angkutan jalan yang ada di Jatim makin kompleks dan dinamis. Khususnya dalam bidang keselamatan berlalu lintas.

Lebih lanjut Kapolda menegaskan, di periode Januari sampai dengan Mei 2022 telah ada ETLE statis sebanyak 59 unit yang tersebar di beberapa jalan utama yang ada di Jawa Timur, Kemudian ETLE Mobile sebanyak 52 unit yang baru dilepas pada hari ini.

Kepolisian di Polda Jatim juga telah melakukan penindakan pelanggaran sebanyak 26.312 orang. Data tersebut mengalami peningkatan secara signifikan, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021 sebanyak 27 persen.

“Hal ini berbanding lurus dengan angka kecelakaan lalu lintas pada periode Januari sampai Mei yang mengalami peningkatan sebanyak 36 persen. Termasuk Laka bus pariwisata, yang menelan korban meninggal sebanyak 16 orang,” ujarnya.

Berdasarkan data pelanggaran dan laka lalu lintas tersebut, Nico mengatakan bahwa kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas perlu lebih ditingkatkan, yang mana tugas itu menjadi tanggung jawab pihak kepolisian.

Untuk menjawab tantangan tugas tersebut, Kapolda Jatim menegaskan bahwa Polantas (Polisi lalu lintas) harus menjadi bagian dari Polri yang presisi, prediktif, responsibilitas, dan transparasi berkeadilan. Supaya angka kecelakaan dan pelanggaran bisa ditekan.

Selain itu, Polda Jatim juga turut meningkatkan modernisasi sistem teknologi informasi secara berkelanjutan dan terus mendorong inovasi pelayanan publik yang berbasis IT.

Seperti yang dilaksanakan pada Operasi Pekat Semeru di jajaran Polda Jatim. Yaitu program ETLE statis, ETLE mobile, kemudian program pelayanan publik seperti Samsat Drive thru dan E-Turjawali, serta program-program lainnya.

“Polantas harus prediktif untuk mengantisipasi tingkat gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) berdasarkan data dan metode yang tepat, sehingga mengurangi pelanggaran dan gangguan yang fatal,” imbuhnya.

Apel gelar pasukan operasi pagi tadi juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personil maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi Kepolisian dapat berjalan dengan optimal. (wld/bil/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Kamis, 25 Juli 2024
31o
Kurs