Rabu, 6 Juli 2022

PBB Apresiasi Keberhasilan Pemerintah Indonesia Menangani Pandemi Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden RI bersama delegasi internasional di acara GPDRR 2022, di Bali, Rabu (25/5/2022). Foto: Biro Pers Setpres

Abdulla Shahid Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengapresiasi penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Indonesia.

Hal itu dikatakan Abdulla dalam pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 Tahun 2022, di Bali Nusa Dua Convention Center, Provinsi Bali pada Rabu (25/5/2022) siang.

Dia juga menyampaikan penghargaan buat Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah GDPRR, di tengah upaya pemulihan berbagai sektor kehidupan pascapandemi Covid-19.

“Kami semua sangat senang melihat Bali, berkumpul acara tatap muka hari ini dalam skala besar. Informasi yang saya dapatkan sekitar tujuh ribu peserta m mendaftar untuk pertemuan hari ini. Ini merupakan bukti komitmen kuat dan upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Yang Mulia Presiden Joko Widodo untuk memerangi Covid-19 dan mengembalikan negara ke jalur pemulihan,” ucapnya.

Amina Jane Mohammed Deputi Sekretaris Jenderal PBB juga memberikan acungan jempol atas sejumlah langkah dan kebijakan Pemerintah Indonesia, serta pencapaian vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, memvaksinasi masyarakat dengan populasi sebanyak 270 juta orang bukan pekerjaan gampang.

“Memvaksinasi populasi 270 juta adalah prestasi besar, dan kami memuji kepemimpinan Indonesia atas program vaksinnya untuk menjaga semua orang aman,” katanya.

Dalam forum internasional itu, Joko Widodo Presiden RI menyatakan Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan dinamis sesuai situasi, untuk menjaga keseimbangan sisi kesehatan dan ekonomi.

Terkait capaian vaksinasi, Jokowi bilang menyuntikkan vaksin buat penduduk yang tersebar di 17 ribuan pulau merupakan tantangan besar.

Tapi, berkat kerja keras serta koordinasi berbagai elemen pemerintah dan masyarakat, 411 juta dosis vaksin per hari ini sudah terinjeksi.

Hasilnya, kasus harian infeksi Virus Corona menurun signifikan, dan pertumbuhan ekonomi bisa terjaga.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut, kasus harian turun drastis dari 64 ribuan pada puncaknya, dan sekarang 345 kasus. Sedangkan pertumbuhan ekonomi terjaga di angka 5,01 persen, dan inflasi 3,5 persen.(rid/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
31o
Kurs