Minggu, 3 Maret 2024

Pedagang Pasar Bong Surabaya Bergerak Bersih-Bersih Jelang Jadi Wisata Belanja Malam

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Sejumlah warga dan pedagang membersihkan lingkungan Pasar Bong di Jalan Slompretan, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya, Minggu (11/12/2022). Foto: Diskominfo Surabaya

Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan Pasar Bong di Jalan Slompretan, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Pahlawan, Jatim, menjadi wisata “Night Shopping” atau belanja malam.

“Karena ini bagian dari tindak lanjut kegiatan di Kya-Kya, nantinya Pasar Bong akan dibuka sebagai tempat wisata ‘Night Shopping’,” kata Muhammad Januar Rizal Camat Pabean Cantikan, Surabaya, saat kerja bakti dalam program “Surabaya Bergerak” di Pasar Bong, Surabaya, Minggu (11/12/2022).

Diketahui “Surabaya begerak” merupakan gerakan sosial yang diinisiasi Pemkot Surabaya bersama unsur pentahelix ini. Gerakan ini bertujuan untuk memupuk semangat gotong-royong warga dalam menjaga kota. Sifat dari gerakan sosial ini adalah bentuk kesukarelaan dan inisiatif para pemangku wilayah dengan diawali kerja bakti bersama membersihkan lingkungan.

Melalui program tersebut, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya ingin mengubah paradigma bahwa sebuah kota akan menjadi luar bisa apabila pemerintah dan seluruh elemen dapat berkolaborasi bersama. Seperti halnya dahulu ketika seluruh suku, ras dan agama di Surabaya berjuang dan bergotong-royong dalam merebut kemerdekaan.

Menurut Rizal, Pemkot Surabaya setiap akhir pekan bergerak bersama warga untuk melakukan kerja bakti. Kerja bakti yang dikemas dalam program “Surabaya Bergerak” ini bukan hanya menyasar penduduk di perkampungan, akan tetapi juga pasar.

Salah satunya ada di Pasar Bong yang terletak di kawasan pecinan Kya Kya Jalan Kembang Jepun, Surabaya. Kawasan itu kini telah dibersihkan seluruhnya mulai dari saluran drainase, barang bekas, hingga sampah yang ada di dalam pasar tak luput dari incaran warga.

Rizal mengatakan, program “Surabaya Bergerak” kali ini bukan hanya diikuti oleh warga yang berada di perkampungan saja, namun pedagang yang berjualan di Pasar Bong turut antusias untuk berpartisipasi.

Prioritas yang dibersihkan di Pasar Bong, lanjut Rizal, adalah membuka saluran-saluran yang dicurigai sering terhambat akibat sampah dan sedimentasi. Menurut informasi dari warga, terakhir kali Pasar Bong dibersihkan secara keseluruhan, terakhir dilakukan pada dua tahun lalu.

Akibat jarang dibersihkan, akhir-akhir ini Pasar Bong sering terjadi genangan di area dalam ketika hujan. Tentu, hal itu membuat sejumlah pedagang dan pengunjung pasar merasa kurang nyaman.

“Menurut informasi dari warga ada genangan saat hujan, meskipun cepat surut, pastinya hal ini mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis.

Kendala penduduk pasar tidak bisa membersihkan secara keseluruhan disebabkan oleh minimnya peralatan. Sehingga pembersihan lingkungan tidak sampai dilakukan menyeluruh.

Setelah dibersihkan menyeluruh, imbuh Rizal, secara bertahap Pasar Bong akan dipercantik mulai dilakukan pengecatan serta ditambah pernak-pernik lainnya.

“Nanti pengunjung akan bisa berkunjung ke pasar ini pada malam hari, sekaligus bisa menikmati kawasan pecinan. Nanti bisa menikmati malam sembari berkuliner di Kya-kya, kan tidak terlalu jauh, hanya 100 meter,” ujar dia.

Budi Cahyono salah satu pedagang Pasar Bong, mengaku senang bisa kerja bakti bersama. Menurut dia, program “Surabaya Bergerak” ini harus terus dilakukan agar kota ini semakin bersih.

“Saya bersyukur sekali, pemkot turut berkontribusi hadir bersama kami untuk bersih-bersih kerja bakti bersama,” kata Budi.

Menurut dia, dengan adanya program “Surabaya Bergerak” bisa menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke kawasan Pecinan Kya-kya termasuk Pasar Bong.

“Pak Wali Kota (Eri Cahyadi), Pak Camat dan Pak Lurah sangat membantu sekali, karena dengan bersih-bersih bersama ini semakin membuat pasar ini nyaman,” kata dia.(gat)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
27o
Kurs