Rabu, 6 Juli 2022

Pentingnya Edukasi dan Sosialisasi Deteksi Dini Kanker untuk Menekan Fatalitas

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
hari-kanker-sedunia Ilustrasi Hari Kanker Sedunia. Foto: dok/suarasurabaya.net

Lestari Moerdijat Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengingatkan pentingnya edukasi, sosialisasi, serta mengajak masyarakat melakukan deteksi dini terhadap kanker.

“Kanker masih menjadi salah satu penyakit yang paling berbahaya dan mematikan. Ini perlu disadari semua orang. Pengetahuan tentang upaya memutus sel kanker tumbuh dan menyebar perlu ditingkatkan,” ujar Lestari dalam sebuah webinar Hari Kanker Sedunia, dikutip Antara, Jumat (4/2/2022).

Menurutnya, tantangan saat ini tidak hanya soal tahap perawatan yang harus dilewati penderita kanker di tengah pandemi Covid-19, tapi juga terkait kampanye membangun kesadaran tentang bahaya kanker, khususnya kanker serviks dan payudara yang angka kasusnya paling tinggi dari yang lain.

Sehingga, kata Lestari, kampanye edukatif tentang kanker hendaknya menjangkau banyak perempuan muda di Indonesia agar peka terhadap kondisi diri mereka sejak dini.

“Peningkatan pemahaman sejak dini adalah langkah yang perlu untuk mengatasi segala jenis ketakutan berhadapan dengan kanker demi memperjuangkan kehidupan,” kata Lestari.

“Semakin banyak yang dijangkau, semakin tinggi pula tingkat pemahaman yang akan tercipta. Harapan kita, semakin tinggi juga untuk melakukan deteksi dini dan vaksinasi HPV (Human papillomavirus) untuk mencegah kanker serviks,” ujarnya.

Lestari kemudian mengapresiasi seluruh pihak yang telah memulai dan giat melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait kanker.

Lestari juga mengajak penderita dan penyintas kanker untuk menguatkan satu sama lain dan memberi kebaruan cara pandang untuk menurunkan angka kematian akibat kanker.

“Harapan kita ke depannya, semua akses termasuk dari deteksi dini, pengobatan, perawatan lanjutan, dibuka dan dijangkau oleh setiap individu. Dengan demikian, kita bisa lebih siap berharap dengan kanker,” pungkas Lestari.

Diketahui bahwa menurut data GLOBOCAN 2020, jumlah kasus baru kanker mencapai 396 ribu, tertinggi adalah kanker payudara sebanyak 65 ribu kasus, diikuti kanker serviks atau leher rahim dengan 36 ribu kasus.

Kanker juga telah menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka 230 ribu kematian pada 2020. Tingginya angka kematian tersebut disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini.(ant/den)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
31o
Kurs