Rabu, 17 Agustus 2022

Penyebab Jenazah Utuh di Makam Wringinanom Gresik yang Terimbas Tol KLBM

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi pemakaman khusus untuk korban Covid-19. Foto: Istimewa

Sebagian pemakaman terimbas pembangunan ruas Tol Krian, Legundi, Bunder, Manyar (KLBM) pada Minggu lalu. Saat dilakukan pembongkaran, ternyata ditemukan 10 sampai 11 jenazah di Makam Dusun Sumbersuko yang ditemukan masih utuh di dalam peti mati. Jenazah utuh tersebut, adalah korban Covid-19 yang rata-rata sudah dimakamkan satu sampai dua tahun lalu.

Menanggapi hal tersebut, Edi Suyanto Kepala Departemen dan SMF Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSU dr Soetomo Surabaya, pada Radio Suara Surabaya, Sabtu (25/6/2022) malam, menjelaskan bahwa setiap pembongkaran makam dan pemindahan jenazah, selalu mendapat rekomendasi dari tim forensik.

“Selain itu pemindahan jenazah memerlukan perizinan dan pendampingan dari pihak kepolisian. Hal ini dikarenakan berkaitan dengan data dan hak ahli waris dari yang telah meninggal dunia. Setelah seluruh proses administrasi tersebut selesai dilakukan, pembongkaran makam  dan pemindahan jenazah bisa dilakukan, jelasnya.

Sementara itu, Edi Suyanto juga menyampaikan terkait pemindahan jenazah korban Covid-19, dipastikan sudah mendapat persetujuan dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 masing-masing daerah.

“Banyak sekali keluarga yang mengajukan permohonan. Saya memang memberikan arahan dan rekomendasi, karena di Satgas Covid-19 Jatim kami dimintai prosedur Administrasi,” ujar Edi.

Dia mengungkapkan, jika selama ini banyak warga yang memohon kepada Dinas terkait yang menangani pemakaman, agar jenazah keluarganya dipindahkan dari makam khusus Covid-19 ke pemakaman umum.

“Banyak sekali keluarga yang mengajukan permohonan. Saya memang memberikan arahan dan rekomendasi, karena di Satgas Covid-19 Jatim kami dimintai prosedur administrasi,” jelasnya.

Edi mengungkapkan, pemindahan jenazah memerlukan perizinan dan pendampingan dari kepolisian. Hal ini berkaitan dengan data dan hak ahli waris dari yang telah meninggal dunia. Setelah seluruh proses administrasi selesai dilakukan, baru pembongkaran makam bisa dilakukan, untuk selanjutnya jenazah bisa dipindahkan.

Di sisi lain, terkait anggapan warga tentang jenazah yang ditemukan masih utuh karena pembungkusan plastik untuk prosedur pemakaman Covid-19, kata Edi Suyatno, sama sekali tidak benar.

“Jenazah utuh di makam Wringinanom karena di daerah tersebut tanahnya tidak lembab dan cenderung kering. Sehingga jenazah tersebut sebenarnya mengering bukan utuh seratus persen karena dibungkus plastik seperti yang diisukan,” jelasnya.

Edi Suyanto menjelaskan, jenazah yang kering dan tampak seperti utuh tersebut, bisa saja karena sesaat sebelum dimakamkan, diberi balsem bahkan formalin. Selain itu, lanjut dia, pemindahan jenazah tersebut tidak akan membuat petugas tertular Covid-19. Hal ini dikarenakan virus Covid-19 sendiri hanya bisa berkembang dan bertahan di inang yang masih hidup.

“Sehingga tidak mungkin kalau bisa menular, apalagi kondisi jenazah sudah kering. Jika ada petugas yang sakit setelah pemindahan jenazah, jangan-jangan justru malah sudah sakit duluan sebelum bertugas dan akhirnya jadi hoaks. Untuk itu kita pastikan petugas harus benar-benar sehat,” terangnya.

Jenazah yang sudah dalam kondisi membusuk pun, ditegaskan oleh Edi tidak bisa menularkan berbagai virus, baik Covid-19 maupun HIV/AIDS. Sedangkan untuk pemindahan makam sendiri, diperlukan petugas yang sudah profesional, dan sudah diberi arahan sesuai dengan protokol yang ada. (bi/issl)

 

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Rabu, 17 Agustus 2022
26o
Kurs