Senin, 30 Januari 2023

Penyidik Tetapkan Kapten Kapal Tersangka Terbakarnya Kapal di NTT

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Tim SAR mengevakuasi kantong berisi jenazah korban terbakarnya kapal cepat "Cantika Express 77" di Dermaga Tenau, Kupang, NTT, Selasa (25/10/2022) malam. Foto: Antara

Tim penyidik dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) telah menetapkan Edwin selaku kapten kapal “Cantika Express 77” sebagai tersangka terbakarnya kapal tersebut di perairan Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Senin (24/10/2022) lalu.

“Saya baru dapat informasi terbaru bahwa sudah ditetapkan sebagai tersangka kapten kapalnya,” kata Irjen Pol. Johanis Asadoma Kapolda NTT, Rabu (2/11/2022) dilansir Antara.

Dia menjelaskan bahwa penetapan sebagai tersangka dilakukan setelah tim penyelidik melakukan gelar perkara, pada Selasa (1/11/2022) kemarin, oleh Ditres Kriminal Umum Polda NTT.

Polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi di antaranya pemilik kapal Syahbandar serta anak buah kapal, serta beberapa penumpang kapal yang turut menjadi korban kasus kecelakaan kapal tersebut.

“Ada kurang lebih 20 saksi sudah diperiksa termasuk kapten kapal yang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tambah dia.

Proses penetapan tersangka kasus kecelakaan kapal terbakar terbilang cukup cepat, karena hanya dalam kurun waktu kurang lebih satu pekan, terhitung dari Senin (24/11/2022) pekan lalu.

Kombes Pol. Patar Silalahi Direktur Reskrimum Polda NTT sudah mendatangkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Denpasar Bali, untuk melakukan olah TKP pada kapal di Naikliu yang terbakar.

Beberapa penyelam melakukan penyelaman hingga 20 meter untuk mengungkap awal mula terbakarnya kapal tersebut, serta mencari tahu penyebabnya

Untuk diketahui total ada korban sebanyak 305 orang, dengan rincian meninggal 20 orang yang sudah teridentifikasi, dan korban luka-luka 285 orang. Kemudian terdata sebagai ahli waris sebanyak 17 orang, sementara tiga orang masih dalam proses survei.

Sampai saat in,  sebanyak 16 orang dilaporkan masih dalam proses pencarian. Dan per Rabu hari ini tim SAR sudah menghentikan proses pencarian korban yang hilang.

Untuk korban luka-luka yang berada dalam rumah sakit umum sebanyak 209 orang di RSU, RS SK. Lerik 144, RS Leona 37 orang dan RS Bhayangkara 35 orang. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait