Kamis, 20 Juni 2024

Presiden Tegaskan Pemerintah Siap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Omicron

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden RI mengikuti B20 Inception Meeting, Kamis (27/1/2022) petang, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden mengatakan, tren kasus Covid-19 di Tanah Air kemungkinan mengalami lonjakan dalam beberapa waktu ke depan.

Salah satu pemicunya adalah Virus Corona B.1.1.529 atau Varian Omicron yang punya karakter lebih mudah menular daripada varian lainnya.

Walau begitu, Presiden meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti anjuran pemerintah seperti disiplin protokol kesehatan, menghindari kerumunan, dan vaksinasi.

Dalam keterangan pers, sore hari ini, Jumat (28/1/2022), di Istana Bogor, Jawa Barat, Jokowi bilang pemerintah sudah menyiapkan strategi menghadapi lonjakan kasus harian Covid-19.

Di antaranya, memberikan layanan telemedisin lewat aplikasi layanan kesehatan. Menurut Jokowi, cara itu bisa mengurangi beban fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas sampai rumah sakit.

“Belajar dari lonjakan kasus varian Omicron yang sudah terjadi terlebih dahulu di berbagai negara, pemerintah sudah melakukan banyak persiapan untuk menghadapinya. pemerintah telah melakukan perbaikan berbagai sarana dan prasarana fasilitas kesehatan yang disesuaikan dengan karakter varian Omicron yang berbeda dengan sebelumnya dan juga membutuhkan penanganan yang berbeda. Salah satunya melalui layanan telemedisin,” ujarnya.

Presiden menilai, tidak semua pasien Covid-19 Varian Omicron harus mendapatkan perawatan medis. Karena, umumnya pasien tidak mengalami gejala berat.

Sehingga, fasilitas kesehatan bisa lebih fokus menangani pasien dengan gejala berat, atau pasien penyakit lain yang butuh penanganan intensif.

“Tidak semua kasus Covid-19 Omicron membutuhkan layanan kesehatan secara langsung karena gejalanya tidak membahayakan. Tapi, kita perlu meminimalisir kontak untuk mencegah penyebaran yang lebih luas,” tegasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan menyediakan layanan telemedisin khusus untuk pasien positif Covid-19 Varian Omicron yang menjalani isolasi mandiri.

Dengan layanan tersebut, pasien bisa melakukan telekonsultasi dengan dokter, kemudian mendapatkan paket obat terapi penyembuhan dan vitamin tanpa perlu membayar alias gratis.

Siti Nadia Tarmizi Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan mengatakan, pihaknya sudah menentukan sasaran layanan telemedisin pasien Omicron yang isolasi mandiri.

Antara lain, pasien tanpa gejala atau bergejala ringan, berusia minimal 18 tahun, dengan kondisi rumah layak isolasi mandiri, menjalani pemeriksaan dan berdomisili di wilayah Jabodetabek.(rid/den)

Berita Terkait

..
Surabaya
Kamis, 20 Juni 2024
30o
Kurs