Kamis, 9 Februari 2023

Putin Sebut Rusia dan Korut Akan Perluas Hubungan Bilateral

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kim Jong Un Pemimpin Korea Utara (kiri) menghadiahkan pedang kepada Vladimir Putin Presiden Rusia sebelum pertemuan keduanya di Vladivostok, Rusia, Kamis (25/4/2019) Foto: Dok/Sputnik

Vladimir Putin Presiden Rusia mengatakan kepada Kim Jong Un pemimpin Korea Utara bahwa kedua negara akan “memperluas hubungan bilateral yang komprehensif dan konstruktif dengan upaya bersama,” demikian media pemerintah Pyongyang melaporkan pada Senin.

Seperti dilaporkan Antara mengutip Reuters dari KCNA, dalam sebuah surat kepada Kim terkait hari pembebasan Korea, Putin mengatakan hubungan yang lebih erat akan menjadi kepentingan kedua negara. Hubungan tersebut juga akan membantu memperkuat keamanan dan stabilitas semenanjung Korea dan kawasan Asia Timur Laut.

Kim juga mengirim surat kepada Putin yang mengatakan persahabatan Rusia-Korea Utara telah terjalin dalam Perang Dunia II, dengan kemenangan atas Jepang yang sebelumnya telah menduduki semenanjung Korea.

“Kerja sama strategis dan taktis, dukungan dan solidaritas antara kedua negara yang telah mencapai tingkat baru adalah upaya bersama untuk menggagalkan ancaman dan provokasi dari pasukan militer yang memperlihatkan sikap permusuhan,” kata Kim dalam surat itu.

KCNA sendiri tidak menyebutkan siapa kekuatan militer musuh yang dimaksud. Meski demikian istilah itu biasanya digunakan untuk merujuk pada Amerika Serikat dan sekutunya. Kim memperkirakan kerja sama antara Rusia dan Korea Utara akan tumbuh berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada 2019 ketika dia bertemu dengan Putin.

Sebagai informasi, Korea Utara pada Juli mengakui dua “republik rakyat” yang memisahkan diri dari Ukraina Timur yang didukung Rusia, sebagai negara merdeka. Para pejabat Korea utara pun mengirim prospek pekerja ke daerah tersebut, untuk membantu dalam konstruksi dan lapangan kerja lainnya.

Merespon tindakan tersebut, Ukraina yang saat ini sedang dalam invasi Rusia pun segera memutuskan hubungan dengan Pyongyang. (ant/bil)

Berita Terkait