Rabu, 17 Juli 2024

Ratusan Pelajar Ikut Meriahkan Hakordia di Surabaya

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Siswa sekolah yang mengunjungi stan pemerintah daerah saat Hakordia dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di Alun-alun Surabaya, Kamis (1/12/2022). Foto: Redhita suarasurabaya.net

Kota Surabaya jadi kota rujukan dalam Road to Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) selama 1-2 Desember 2022. Peringatan Hakordia 2022 yang digelar selama dua hari itu berlangsung di Gedung Negara Grahadi dan Gedung Merah Putih, Alun-Alun Surabaya.

Selain dihadiri oleh sejumlah pejabat seperti Gubernur dan Wali Kota/Bupati dari berbagai daerah, ratusan pelajar dari penjuru Jawa Timur juga tidak absen untuk memeriahkan Hakordia.

Duta Pelajar Anti Korupsi berfoto bersama Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, Firli Bahuri Ketua KPK, Ganjar Pranowo Gubernur Jateng, dan Sahat Simanjuntak Wakil Ketua DPRD Jatim saat Hakordia dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia di Alun-alun Surabaya, Kamis (1/12/2022). Foto: Redhita suarasurabaya.net

Para siswa tersebut bisa mengukuti banyak agenda di lokasi kegiatan yang bertempat di Balai Pemuda, Surabaya seperti menghadiri seminar, pameran layanan publik, nonton bareng (nobar) film, pameran foto, edukasi antikorupsi bagi anak usia dini hingga pertunjukkan kebudayaan dan kesenian.

Pengunjung juga dapat menyaksikan para Duta Pelajar Anti Korupsi yang akan menjawab pertanyaan secara acak dan dinilai oleh juri.

M. Syamaidzar Duta Pelajar Anti Korupsi dari SMA Negeri 2 Mojokerto mengatakan bahwa korupsi merupakan penyalahgunaan dana atau anggaran untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan yang bukan ditujukan untuk hal yang benar.

“Untuk langkah awal mungkin kita bisa mengerti informasi mengenai korupsi dari berita di televisi, radio, atau sosial media yang dekat dengan kita,” ujarnya saat ditemui suarasurabaya.net, Kamis (1/12/2022).

Sementara itu, Bilgis Bilbina Putrie Johan Duta Pelajar Anti Korupsi yang berasal dari SMA Negeri 1 Gresik menyampaikan caranya menanggulangi korupsi di lingkungan sekolah.

“Saya memiliki sebuah program yaitu Emas Interupsi artinya adalah remaja cerdas berintegritas tanpa korupsi,” ujar Bilgis.

Dalam karya tulis ilmiahnya, ia memiliki empat program yaitu sesi forum untuk berdiskusi, sesi debat, sesi kompetisi, dan sesi kampanye online.

“Harapan saya ke depannya, lebih digencarkan lagi adanya pendidikan anti korupsi di sekolah. Karena tindakan preventif itu perlu dilakukan untuk generasi muda ke depannya menjadi lebih baik,” pungkasnya.(red/rum/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 17 Juli 2024
27o
Kurs