Jumat, 3 Februari 2023

Rumah Warga di Cidaun-Cianjur Rusak Akibat Gempa Garut

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Awak media yang sedang menunggu konfrensi pers di Pendopo Cianjur, Jawa Barat, berhamburan ke area parkir karena gempa yang kembali menguncang cukup keras terpusat di Kabupaten Garut, Sabtu (3/12/2022). Foto: Antara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat (Jabar), masih melakukan pendataan terkait dampak gempa 6.4 magnitudo di Barat Daya Kabupaten Garut.

Getaran akibat gempa, Sabtu (3/12/2022) sore tersebut, kabarnya dirasakan cukup kencang warga di wilayah selatan Cianjur dengan sejumlah rumah dilaporkan rusak.

Rudi Wibowo Sekretaris BPBD Cianjur mengatakan, gempa yang kembali membuat warga Cianjur berhamburan ke luar rumah termasuk di wilayah selatan, menyebabkan sejumlah bangunan mulai dari rumah warga, sekolah dan kantor desa di Kecamatan Cidaun rusak.

“Kami sudah mengirim petugas ke lokasi, namun laporan dari Relawan Tangguh Bencana, dampak gempa Garut, membuat bangunan rumah, sekolah dan kantor desa mengalami kerusakan, sebagian besar mengalami retak dan kaca pecah,” katanya Sabtu sore dikutip Antara.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun hingga Sabtu petang warga masih bertahan di luar rumah karena takut gempa susulan kembali terjadi. Sedangkan di titik gempa Cianjur, ungkap Rudi, pihaknya masih melakukan pendataan apakah kembali terdampak atau tidak.

“Kami masih melakukan pendataan termasuk di seluruh wilayah Cianjur karena gempa yang terjadi Sabtu petang itu, dirasakan cukup keras oleh warga se Cianjur. Kami berharap tidak sampai separah di Cianjur kota dan Cugenang,” kata Rudi.

Pihaknya mengimbau warga yang tinggal di pesisir pantai selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut seperti Cidaun dan Sindangbarang, untuk tetap waspada dan segera mengungsi atau keluar rumah ketika gempa kembali mengguncang guna menghindari tertimpa bangunan.

“Kami masih menyiagakan lebih dari 500 orang relawan di wilayah selatan untuk terus melakukan pemantauan dan pengawasan serta segera melapor jika melihat tanda akan terjadinya bencana termasuk gempa bumi,” pungkas Rudi. (ant/bil/iss)

Berita Terkait