Jumat, 2 Desember 2022

Setelah Kunjungan Pelosi, Taiwan Mengaku Terus Diancam China

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Pesawat militer China terbang dekat Pulau Pingtan, pulau terdekat dari China dengan Taiwan pada Jumat (5/8/2022) lalu. Foto: Reuters

Pemerintah Taiwan mengaku terus menerima ancaman militer dari China setelah kunjungan Nancy Pelosi Ketua DPR Amerika Serikat, beberapa hari lalu.

Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO) di Indonesia dalam keterangannya menyebut, pascakunjungan Pelosi 2 Agustus 2022, China mengumumkan akan menggelar latihan militer selama tiga hari berturut-turut pada 4-7 Agustus.

Militer China menggelar latihan tembakan langsung di total 6 wilayah perairan dan wilayah udara Taiwan.

“Latihan militer itu telah memblokade laut dan udara Taiwan, mempengaruhi operasional 17 jalur pelayaran internasional dan 7 pelabuhan internasional dari Taiwan, dan beberapa latihan telah menginvasi perairan teritorial, wilayah berdekatan dan wilayah udara Taiwan,” kata John Chen perwakilan TETO, lewat keterangan resmi, dilansir Antara, Mimggu (7/8/2022).

Pihak Taiwan menilai aksi latihan militer China dapat mengganggu stabilitas kawasan dan Selat Taiwan, serta mengganggu hak dan kepentingan pesawat terbang dan kapal laut yang akan melintas di kawasan itu.

“Selain itu, perdamaian di Selat Taiwan sangat penting bagi stabilitas regional, dan pada saat bersamaan juga akan mempengaruhi kesejahteraan sebagian besar diaspora Indonesia di Taiwan,” ujar Chen, mengutip Antara.

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh kalangan masyarakat di Indonesia terus menunjukkan solidaritas buat Taiwan.

Sebelumnya, lima otoritas di China mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam kunjungan Nancy Pelosi. Lalu, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menggelar latihan militer di dekat Taiwan.

Pernyataan itu dikeluarkan beberapa waktu setelah pesawat yang ditumpangi Pelosi mendarat di Bandara Songshan, Taipei, Taiwan, Selasa (2/8/2022) malam.

Kelima otoritas tersebut menganggap kunjungan Pelosi telah merusak fondasi kemitraan China-AS, dan China akan mengambil tindakan yang diperlukan guna melindungi kedaulatan dan integritas wilayahnya.

Semua konsekuensi harus ditanggung oleh AS dan kelompok separatis “kemerdekaan Taiwan”, kata pihak Kemenlu China dalam pernyataan itu.

Kelima otoritas China tersebut adalah Kementerian Luar Negeri (MFA), Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC), Komite Sentral Partai Komunis China (CPC) Urusan Taiwan, Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) Urusan Luar Negeri, dan Kementerian Pertahanan Nasional (MND).

Sesudaj Pelosi mendarat di Taiwan, Komando Armada Timur PLA langsung menggelar latihan dan operasi militer bersama di sekitar Pulau Taiwan.(ant/dfn/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 2 Desember 2022
26o
Kurs