Selasa, 13 Oktober 2026

Soal Metaverse, Psikolog Ingatkan Anak Masih Butuhkan Interaksi Nyata

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi avatar. Foto: octalysisgroup.com

Mengenai era metaverse yang digadang-gadang akan hadir dan mengubah cara besosialisasi dan berkegiatan masyarakat di dunia digital, membuat Asteria R Saroinsong Psikolog Perkembangan Anak dan Keluarga angkat bicara.

Menurut Asteria, anak usia dini membutuhkan empat aspek yang masih perlu dikembangkan, di antaranya perkembangan kognitif, motorik, bahasa dan sosial emosi. Sedangkan untuk mengembangkan keempat aspek tersebut, anak usia dini sangat membutuhkan interaksi dan kegiatan nyata.

“Artinya, kalau memang mereka yang masih usia dini atau TK ke bawah, stimulus yang bagus kalau kegiatan-kegiatan nyata,” kata Asteria kepada Radio Suara Surabaya, Senin (10/1/2022).

Ia menambahkan, “Khawatirnya, anak-anak di bawah usia 5 tahun ke bawah kadang belum bisa bedakan yang nyata dan imajinasi. Penalaran berkembang dan butuh pendampingan orangtua”.

Baca juga: Era Metaverse Jadi Tantangan di Dunia Pendidikan

Meski begitu, ia juga tidak melarang jika anak-anak nantinya masuk ke dunia metaverse. Hanya saja, lanjut Asteria, kebutuhan anak di dunia digital harus disuuaikan dengan kepentingan anak dan mendapat pendampingan dari orangtua.

Sehingga, teknologi dapat sebagai media alternatif untuk memberikan stimulus anak untuk mengenali apa yang ada di sekitarnya.

“Misalnya seperti kemarin, anak-anak daring untuk dapat mengenali wajah gurunya, wajah temannya, jadi teknologi hanya sekadar memberikan stimulus mengenali bentuk-bentuk, tapi tidak full metaverse,” katanya.(tin)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
34o
Kurs