Kamis, 18 Agustus 2022

Ternaknesia Luncurkan Fitur Lelang Hewan Kurban Online, Bantu Tekan PMK di Jatim

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Manajemen Ternaknesia menunjukkan dokumentasi aktivitas lelang online antara peternak dan pembeli, Rabu (29/6/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Aplikasi Ternaknesia meluncurkan fitur lelang hewan kurban secara online, untuk menjamin kesehatan hewan yang akan dibeli masyarakat. Fitur tersebut, juga untuk menekan penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur (Jatim).

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4O3 I KPrS/ PK.300 I M I Os I 2022 Tentang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang juga dikenal sebagai Foot and Mouth Disease, dari total 38 kabupaten/kota, empat wilayah di Jatim menjadi daerah darurat wabah PMK. Empat daerah tersebut, yakni Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Lamongan, dan Mojokerto. Sementara 34 daerah lainnya lainnya berstatus daerah tertular atau terduga.

Wika Tedy Prayoga Manager Hulu Ternaknesia mengatakan, dari total keseluruhan PMK yang mewabah di Indonesia, presentase 50 persen adalah wilayah Jatim. Maka ,tingkat keamanan atau kesehatan hewan kurban sangat rawan jika tidak berhati-hati.

“Dari 280 ribu sekian, 50 persennya di Jawa Timur. Kalau di lapak-lapak belum tentu terjamin kesehatan hewannya. Ternaknesia menjamin kesehatan itu,” katanya saat grand launching lelang hewan kurban online dan E-commerce Smartqurban di Aplikasi Ternaknesia, Rabu (29/6/2022).

Untuk memastikan kesehatan hewan kurban, semua peternak yang tergabung harus memiliki surat keterangan sehat tiap hewannya yang akan dilelang. Surat itu juga akan didokumentasikan dan disertakan dalam pengiriman kepada pembelinya.

Tedy mengatakan, lelang online itu diperuntukkan bagi 38 wilayah di Jawa Timur. Namun, khusus daerah wabah, maka hanya boleh diperjual-belikan terbatas di empat wilayah tersebut.

“Boleh semuanya, tapi yang wabah hanya boleh transaksinya di 4 wilayah tadi (Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Mojokerto). Tapi untuk daerah tertular boleh dijual ke semua wilayah termasuk ke yang wabah. Kita juga bekerjasama dengan dinas terkait setempat,” kata Tedy.

Saat ini total sudah ada 1207 peternak dari berbagai wilayah di Indonesia yang ikut lelang online di Ternaknesia. 70 persen dari keseluruhan, berada di Jatim dengan 384 sapi serta 121 domba-kambing yang sudah terjual.

“Kita mau fokus ke Jatim dulu sementara ini. Lelang sudah mulai kemarin, Selasa (28/6/2022) sampai H-3 Iduladha. Masyarakat yang ingin membeli bisa donwload saja aplikasi Ternaknesia. Kita memang fokusnya ke takmir dan instansi, tapi tidak menutup kemungkinan untuk umum” katanya lagi.

Sistem yang diberlakukan dalam lelang, harga awal akan sesuai pasaran hewan qurban berdasarkan berat badannya. Kemudian open bidding untuk sapi, kelipatan 100 ribu. Sementara kambing-domba kelipatan 50 ribu. Tedy berharap, ini bisa menaikkan daya nilai jual hewan kurban peternak. (lta/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Kamis, 18 Agustus 2022
26o
Kurs