Sabtu, 25 Mei 2024

Urai Macet Menahun, Pelebaran Pertigaan Bangah-Aloha Sidoarjo Dikebut

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
situasi-kepadatan-kendaraan-di-pertigaan-bangah-aloha Situasi kepadatan kendaraan di pertigaan Bangah-Aloha, Sidoarjo yang sudah berlangsung tahunan lamanya. Foto: Humas Pemkab Sidoarjo

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat proses pelebaran jalan pertigaan Bangah-Aloha untuk memperlancar arus lalu lintas di wilayah itu. Sebagaimana diketahui, lokasi itu menjadi salah satu titik kemacetan yang sudah menahun. Pelebaran jalan ini nantinya akan memanfaatkan lahan milik TNI AL yang saat ini disewakan bagi para pedagang.

Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo mengatakan, saat ini proses pembebasan lahan untuk pelebaran jalan itu sedang diselesaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA) Sidoarjo dengan berkoordinasi dengan TNI AL.

“Lahan yang rencananya akan dipakai pelebaran jalan itu milik TNI AL dan kami sudah berkomunikasi intensif terkait rencana ini. Tercatat ada 52 pedagang yang menyewa lahan di situ, kami akan meminta izin dari TNI AL untuk mengosongkan lahan itu dan untuk pelebaran jalan,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor, Selasa (15/2/2022).

Proyek pelebaran jalan pertigaan Bangah-Aloha ini sebenarnya tidak termasuk dalam rencana pembangunan Fly Over Aloha-Juanda. Meski begitu, pelebaran jalan ini menjadi penting untuk memperlancar akses keluar-masuk kendaraan.

“Pembebasan lahan untuk pelebaran pertigaan jalan Bangah ini murni inisiatif Pemkab. Ini di luar proyek nasional Flyover ALoha. Tahun ini kami kebut pembebasan lahannya supaya bisa segera kami lebarkan jalannya, supaya kemacetan di sana bisa segera terurai,” katanya.

Saat ini lebar jalan di wilayah pertigaan itu hanya tujuh meter terhalang bangunan warung dan pertokoan. Ukuran yang terlalu sempit itu, bila dibandingkan dengan volume kendaraan yang lewat sudah sangat tidak seimbang.

Ketika pagi di jam-jam masuk kerja dan sore hari pada saat jam pulang kerja, pertigaan jalan Bangah itu menjadi titik penyebab kepenatan para pengguna jalan. Gus Muhdlor pun berharap, setelah adanya pembebasan dan pelebaran jalan, lebar jalan itu menjadi sekitar 10 meter sampai 12 meter.

Dwi Eko Saptono Plt Kepala Dinas PU BM SDA Sidoarjo menjelaskan, saat ini Pemkab sudah berkirim surat ke TNI AL selaku pemilik lahan. Setelah proses administrasi pembebasan lahan tuntas, pihak TNI AL diharapkan membantu penertiban bangunan di ruas lahan terdampak pelebaran jalan.

Eko menyampaikan, Pemkab Sidoarjo menargetkan pembangunan pelebaran jalan dimulai tahun ini. Dia memperkirakan, proses pelebaran jalan itu tidak akan memakan waktu yang terlalu lama bila pembebasan lahannya sudah selesai.

“Proses pemadatan jalan dan pengaspalan itu tidak perlu waktu lama. Saya kira hanya hitungan hari, seperti yang sudah kami lakukan di Pertigaan Pasar Suko beberapa bulan lalu,” kata Dwi Eko.(den)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Bus di Trowulan Mojokerto

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Surabaya
Sabtu, 25 Mei 2024
29o
Kurs