Kamis, 2 Februari 2023

Usai Disidak, Direktur RS Soewandhie Janji Mulai Besok Pasien Dilayani Sebelum 7 Menit

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
dr. Billy Daniel Messakh Direktur RSUD Dr. Mohamad Soewandhie, Senin (28/11/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Mulai Selasa (29/11/2022) besok, RSUD Dr. Mohamad Soewandhie berjanji, maksimal selama 7 menit, pasien yang datang harus sudah dilayani. Kebijakan itu menyusul evaluasi sidak Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya hari ini, Senin (28/11/2022).

Dokter Billy Daniel Messakh Direktur RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya memastikan, bagi pasien yang datang tepat waktu sesuai jadwal, maka akan dilayani paling lama setelah menunggu atau mengantre selama 7 menit.

“Standar pasien sesuai jadwal. Dia (pasien) datang jam berapa kita sudah punya (standar) 7 menit. Antreannya tidak boleh lebih dari 7 menit. Tapi ada pasien yang datang terlambat, harus dihukum juga, dengan memundurkan dia, hal itu yang jarang terungkap. (Yang datang tepat waktu) 7 menit dia harus sudah dilayani,” ujar Billy pada awak media, Senin (28/11/2022).

Kebijakan itu muncul, usai Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya sidak hari ini. Dalam sidak ya, Eri mengevaluasi lamanya antrean pasien karena penyerahan data rekam medis dianggap lambat dan tidak rapi.

“Memang kelemahan kita di ERM, mestinya sudah E, tapi belum sampai ke situ. Status (pasien) tadi itu namanya rekam medis. Keterlambatannya macam-macam penyebabnya, yang jelas beberapa pasien jadi luput. Jadi misalnya dia (pasien) antrean nomor 28, kita sudah sampai 100 sekian, itu karena status dia (pasien) ketelisut (hilang),” jelas Billy.

Billy memastikan, evaluasi dari Eri akan langsung dijalankan besok. Termasuk soal sistem rekam medis akan diperbaiki.

“Ini jalan keluar sudah tahu. Kita siapkan status baru dengan catatan medisnya sudah sesuai ERMnya dia (pasien), nanti kita akan bikin. Pak Eri minta untuk pasien besok misalnya, hari ini saya siapkan status pasien yang akan ada besok. Itu sudah kita lakukan beberapa waktu lalu. Tapi hasil kita evaluasi, 60 persen itu pasien tidak datang. Itu yang buat kita pikir sudah, lah, kecepatan kita cukup, karena tadi ada 15 tenaga (untuk menata data rekam medis). Tapi kita mesti evaluasi lagi sepertinya. Intinya meski Pak Eri bilang seminggu atau tiga hari (waktu yang diberikan), untuk besok, hari ini kita bisa siapkan,” ujarnya.

Selain sistem rekam medis, jumlah ketersediaan dokter juga akan diperbaiki. Meski selama ini, lanjut Billy, jumlah dokter sudah mencukupi. Tapi, dia akan memastikan ketersediaan dokter selama jam yang dibutuhkan pasien.

“(Dokter) untuk poli juga cukup. Kita coba hitung jam dua siang sudah habis kok (pelayanan), jadi untuk jumlah tenaga kesehatan tidak ada masalah. Kalau ada operasi, dokter bedah misal ada tiga sekarang, memang kita butuh nambah dua lagi. Tapi sementara ini, kita sistemnya gitu, kalau satu operasi yang dua standby di poli,” paparnya lagi.

Dia memastikan perubahan itu akan terlihat besok. Tidak ada lagi pasien yang harus mengantre lama bahkan sampai berjam-jam. Jika tidak berubah, lanjut Billy, dirinya siap diganti.

“Gini, bahwa saya akan memperbaiki iya. Saya akan membuat mereka lebih senang iya, untuk tidak antre terlalu lama, itu komitmen saya. Lebih dari itu, kalau saya tidak mampu ya sudah ganti ya ganti. Mungkin ada sistem lebih baik orang lain bisa bikin,” pungkasnya.

Komitmen itu seiring perjanjian kontrak kinerja yang akan ditandatangani manajemen rumah sakit dengan Eri Cahyadi hari Kamis nanti. Eri mewanti-wanti perbaikan sistem pelayanan pasien. Jika tidak, maka ada ancaman mundur dari jabatan. (lta/iss/ipg)

Berita Terkait