Kamis, 25 Juni 2026

3 Strategi Pemerintah untuk Bangkitkan Kunjungan Wisata ke Bromo

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Kawasan Gunung Bromo sempat ditutup selama 13 hari pascakebakaran yang terjadi pada Rabu (6/9/2023) lalu. Foto: Humas Pemprov Jatim.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyiapkan tiga strategi untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), usai penutupan kawasan itu selama 13 hari.

Pertama mengenai penegakan hukum sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kedua adalah monitoring dan evaluasi berkala mengenai penerapan standard operating procedure (SOP). Lalu yang ketiga adalah memperketat pengawasan di lapangan.

Agustini Rahayu Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf mengungkapkan, pihaknya juga menyiapkan program sosialisasi untuk memotivasi wisatawan agar bertanggung jawab terhadap lingkungan destinasi wisata yang dikunjungi.

“Karena destinasi Indonesia berbasis alam, terbentuknya lama, kerugian segitu besar. Sayang ya kalau tidak dibantu oleh semua pelaku wisata termasuk wisatawan,” paparnya dilansir Antara, Senin (25/9/2023).

Berdasarkan hasil kajian Kemenparekraf, kebakaran yang terjadi di di Blok Savana Lembah Watangan, atau Bukit Telletubies, TNBTS, Jawa Timur mengakibatkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp89,7 miliar.

Hal itu berdasarkan perhitungan setelah kawasan Gunung Bromo ditutup selama 13 hari pascakebakaran yang terjadi pada Rabu (6/9/2023) lalu. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 25 Juni 2026
32o
Kurs