Minggu, 25 Februari 2024

Angka Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Jatim Tahun 2022 Meningkat 21 Persen

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Lokasi mobil yang tertabrak KA di perlintasan tanpa palang pintu di Kediri pada Jumat (23/9/2022). Foto: Ipda Heru Prasetyo

Angka kecelakaan di palang pintu perlintasan kereta api di Jawa Timur pada tahun 2022 meningkat 21,5 persen. Jumlah itu meningkat tajam bila dibandingkan dengan tahun 2021.

Dalam catatan Polda Jatim sepanjang 2022, sebanyak 175 kasus kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api. Dari kasus itu 105 orang meninggal dunia.

Sedangkan pada tahun 2021, Polda Jatim mencatat ada 144 kejadian dengan 77 korban meninggal dunia. Menanggapi permasalahan itu Forkopimda Jatim turut membahasnya.

Pembahasan masalah itu, dipimpin oleh Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim dan Irjen Pol Toni Harmanto Kapolda Jatim. Mereka menggelar rapat koordinasi untuk mencari solusi atas permasalahan kecelakaan lalu lintas kereta api.

“Kasus laka kereta api ini harus segera ditindaklanjuti secara solutif agar bisa ditekan seminim mungkin,” kata Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Kamis (5/1/2023).

Menurut Khofifah, meningkatnya kecelakaan di pintu perlintasan kereta api ini disebabkan oleh minimnya early warning system (EWS) seperti sirine, palang atau rambu.

Provinsi Jatim sendiri memiliki 1.290 perlintasan kereta, dengan rincian 1.140 perlintasan sebidang dan 150 perlintasan tidak sebidang.

Kata Khofifah, dari seluruh perlintasan itu sebanyak 72 perlintasan dijaga oleh Pemda, 280 dijaga KAI, 127 dijaga oleh relawan dan 470 tidak dijaga.

Dari data itu Khofifah menekankan perlunya pemasangan palang kereta api yang masih kosong. Semenetara itu Pemprov Jatim sendiri berupaya memasang palang pintu di sejunlah perlintasan.

“Kewenangan Pemprov hanya ada sebanyak 19 perlintasan. Saat ini, sebanyak 18 perlintasan dipastikan telah berpalang pintu. Satu sedang berproses di Banyuwangi,” ucap Khofifah.

Gubernur Jatim itu turut mendorong sejumlah Bupati/Wali Kota dan Kapolres supaya proaktif membuat rambu-rambu atau spanduk imbauan di sekitar perlintasan tak berpalang pintung.

Pemasangan rambu lintas kereta juga menjadi bagian penting sebagai bagian dari EWS. Hal itu juga bisa diiringi dengan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di perlintasan rel kereta api ke masyarakat.

“Apabila social awareness ini bisa ditingkatkan, maka kita bisa menjaga agar perlintasan kereta api jadi tempat yang aman untuk dilalui,” ujar Khofifah.

Senada dengan Gubernur, Irjen Pol Toni Harmanto Kapolda Jatim turut mengimbau kepada Forkipimda agar memberi perhatian pada kejadian kecelakaan lau lintas di perlintasan kereta.

“Nanti kitalah yang akan dimintai pertanggungjawaban mengenai nyawa-nyawa yang melayang di perlintasan kereta api ini,” pungkas Toni.(wld/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Minggu, 25 Februari 2024
31o
Kurs