Kamis, 13 Juni 2024

Belasan Motor Mogok Akibat Terobos Banjir di Dusun Sambirono Wetan Sidoarjo

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Warga sekitar sedang membantu seorang perempuan yang motornya mogok saat menerobos banjir di Dusun Sambirono Wetan, Desa Sidodadi, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (17/12/2023). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Belasan kendaraan roda dua terpantau mogok akibat melintasi genangan banjir yang melanda Jalan Mawar Dusun Sambirono Wetan, Desa Sidodadi Kabupaten Sidoarjo.

Banjir yang tingginya sekitar sepuluh hingga 30 sentimeter itu sudah menggenang di Jalan Mawar selama tiga hari sejak Jumat (15/12/2023) kemarin hingga Minggu (17/12/2023) ini.

“Baru kali ini lewat sini, jadi tidak tahu kalau ternyata banjir,” ujar seorang pengendara perempuan yang tengah membonceng anaknya.

Sejumlah warga setempat mengaku kalau banjir di wilayah ini memang langganan sejak belasan tahun lalu. Penyebabnya karena struktur tanah yang relatif lebih rendah dari permukaan sungai dan minimnya saluran pembuangan air.

Kata Choirul Anshori warga RT 7 Dusun Sambirono Wetan, banjir selalu mengganggu aktivitas warga. Terutama saat bekerja dan sekolah.

“Ya orang kerja itu, kasihan banjir. Walaupun di sana ada jalan alternatif, tapi itu kalau orang tahu. Kalau tidak tahu ya terjebak (banjir),” kata Choirul.

“Kemarin itu ada orang sepatunya kecelup (masuk) ke air, akhirnya dipinjamkan milik anak saya,” imbuhnya.

Waktu valume air di Jalan Mawar masih tinggi pada Jumat (15/12) kemarin, banyak pengendara motor yang nekat menerobos banjir berujung mogok. Menurut penghitungan Choirul, sehari kemarin bisa sampai sepuluh motor yang mogok.

“Untung di sini (halaman rumah Choirul) tinggi. Jadi motor yang mogok saya suruh naik ke halaman rumah saya dulu. Biar dipanaskan dulu (motornya) agar bisa jalan lagi,” ucap Choirul.

Sementara itu penjelasan dari Dwijo Prawito Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, bahwa secara geografis wilayah di Dusun Sambirono Wetan relatif lebih rendah.

“Lokasi tersebut secara geografis memang lebih rendah dari sekitarnya termasuk di bawah elevasi saluran yanv ada disekitar dan minimnya saluran pembuang yang ada belum memenuhi standar teknis sehingga kalau turun hujan dilokasi tersebut air sungainya meluber dan berdampak pada wilayah itu tergenang air,” tuturnya.

Dwijo menyebut, penanganan jangka pendek sudah dilakukan timnya siang ini dengan melakukan pemompaan genangan air. (wld/saf/ham)

Berita Terkait

..
Surabaya
Kamis, 13 Juni 2024
25o
Kurs