Minggu, 14 April 2024

BMKG: Waspadai Potensi Gelombang Tinggi 11-12 Agustus di Pesisir

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi. Gelombang laut tinggi. Grafis: suarasurabaya.net

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir untuk waspadai kemungkinan gelombang tinggi hingga empat meter di beberapa wilayah perairan pada 11-12 Agustus 2023.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” ujar Eko Prasetyo Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG dilansir Antara, Jumat (11/8/2023).

Ia menyebut salah satu penyebab terjadinya peluang peningkatan gelombang tinggi adalah pola angin.

Peta potensi gelombang tinggi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (11/8/2023). Foto: Antara/BMKG

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan angin berkisar enam sampai 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan angin berkisar delapan hingga 30 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, perairan Fakfak-Kaimana, perairan Amamapere, perairan Kep. Kai-Kep. Aru, Laut Arafuru dan perairan Merauke,” bebernya.

Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25 sampai 2,5 meter di Selat Malaka bagian utara, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, perairan P. Sawu-P. Rote-Kupang, Selat Ombai, Laut Sawu, perairan selatan Flores, Laut Natuna, Selat Karimata, perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa, perairan Kotabaru, Selat Makassar, perairan Kep. Selayar.

Kemudian, Laut Flores, perairan Baubau-Kep. Wakatobi, perairan Manui-Kendari, perairan Kep. Banggai-Kep. Sula, Laut Sulwesi bagian barat, perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, Laut Maluku, perairan Bitung-Kep. Sitaro, perairan selatan Sulawesi Utara, perairan Kep. Halmahera, Laut Hamahera, Samudra Pasifik Utara Biak-Jayapura, Laut Seram, perairan P. Buru-P. Seram, Laut Banda, perairan Kep. Kai-Kep. Aru, perairan Sorong bagian selatan, perairan utara Jayapura, perairan Fakfak-Amamapare dan Samudera Pasifik Utara Halmahera.

Sedangkan pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5 hingga empat meter berpotensi terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh-Kep. Mentawai, perairan P. Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan P. Jawa-Sumba, Selat Bali, Lombok, Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa-Sawu, perairan selatan Kep. Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah dan barat.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan jenis transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m).

Kemudian, kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter). (ant/bnt/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil Porsche Seruduk Livina di Tol Porong

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Minggu, 14 April 2024
30o
Kurs