Selasa, 23 Juni 2026

Marc Marquez Perpanjang Kontrak dengan Ducati hingga 2028

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Marc Marquez menjadi pemenang MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park pada Minggu (7/6/2026). Foto: Crash

Marc Marquez dipastikan tetap memperkuat tim pabrikan Ducati hingga akhir musim MotoGP 2028.
Perpanjangan kontrak tersebut sekaligus memastikan Marquez akan menjadi bagian dari Ducati saat MotoGP memasuki regulasi mesin 850cc dan penggunaan ban Pirelli mulai 2027.

Pada periode itu, ia diproyeksikan akan berduet dengan Pedro Acosta yang disebut-sebut sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di kelas premier.

Keputusan Ducati mempertahankan Marquez tak lepas dari performa impresif yang ditunjukkannya sejak bergabung dengan tim pabrikan Italia tersebut.

Pada musim debutnya bersama tim Ducati Lenovo, Marquez sukses menyamai rekor tujuh gelar dunia kelas utama milik Valentino Rossi setelah tampil dominan sepanjang musim.

Meski sempat dihantui keraguan terkait kondisi fisiknya akibat cedera bahu yang dialami pada Grand Prix Indonesia di Mandalika musim lalu, pembalap berusia 33 tahun itu akhirnya memilih melanjutkan kariernya bersama Ducati untuk jangka panjang.

Kontrak baru sebenarnya telah disepakati beberapa bulan lalu. Namun, pengumuman resmi baru dilakukan setelah tercapainya kesepakatan kontrak komersial antara Motorcycle Sports Manufacturers Association (MSMA) dan MotoGP pada akhir pekan lalu di Brno, Republik Ceko.

Marquez mengaku bahagia dapat melanjutkan perjalanan bersama Ducati yang menurutnya telah memberinya kepercayaan penuh sejak awal bergabung.

“Saya tetap merah. Saya benar-benar bahagia dengan kesepakatan baru ini bersama Ducati Lenovo Team dan melanjutkan menjadi bagian dari keluarga ini,” kata Marquez, Selasa (23/6/2026).

“Saat saya memutuskan bergabung dengan Ducati, saya yakin bahwa ini adalah proyek paling kompetitif. Mereka percaya kepada saya dan kami membangun hubungan berdasarkan kepercayaan serta kerja keras.”

“Melalui perpanjangan kontrak ini, mereka kembali menunjukkan komitmen tersebut, menghormati waktu yang saya butuhkan dan memberikan ketenangan untuk mengambil keputusan yang tepat.”

“Dalam tahun pertama kami bersama, kami bertarung untuk gelar juara dan berhasil memenangkannya. Hasil yang sangat berharga dan membuktikan bahwa jalan yang kami pilih adalah keputusan yang tepat.”

“Saya masih balapan karena mencintai olahraga ini dan ingin meraih target yang lebih besar. Saya yakin ini adalah tempat yang tepat untuk mencapainya.”

“Selama saya berada di sini, saya akan memberikan segalanya untuk mewarnai masa depan dengan warna merah.”

Perjalanan karier Marquez di MotoGP dimulai bersama Repsol Honda pada 2013. Dalam tujuh musim berikutnya, ia berhasil mengoleksi enam gelar juara dunia kelas utama dan menjelma menjadi salah satu pembalap paling dominan dalam sejarah MotoGP.

Namun, karier gemilangnya sempat berada di titik kritis setelah mengalami patah lengan serius di Jerez pada 2020. Cedera tersebut diperparah dengan masalah diplopia yang berulang dan menurunnya daya saing Honda dibanding para rival Eropa.

Situasi itu membuat Marquez menjalani periode sulit dengan puasa kemenangan lebih dari 1.000 hari, sejak GP Misano 2021 hingga GP Aragon 2024.

Kebangkitan Marquez dimulai ketika ia mengambil keputusan berani meninggalkan Honda dan bergabung dengan tim satelit Gresini Racing Ducati. Langkah tersebut terbukti menjadi titik balik kariernya.

Ducati kemudian mempromosikannya ke tim pabrikan untuk musim 2025, mengunggulkan Marquez dibanding Jorge Martin yang akhirnya menjadi juara dunia. Kepercayaan itu dibayar lunas oleh Marquez dengan performa luar biasa yang mengantarkannya mendominasi perebutan gelar juara.

Musim gemilang tersebut sempat berakhir lebih cepat setelah insiden dengan Marco Bezzecchi pada Grand Prix Indonesia yang memaksanya menjalani operasi bahu. Kendati demikian, kecepatan alaminya tetap terjaga.

Setelah menjalani operasi lanjutan, Marquez bangkit dengan meraih kemenangan ganda di Hungaria. Ia kemudian menambah kemenangan di Brno dan kini hanya terpaut 40 poin dari pemimpin klasemen dunia menjelang seri Assen.

Marquez juga telah menjajal motor Ducati berkonfigurasi 850cc dengan ban Pirelli dalam tes resmi di Brno. Tantangan baru ini menjadi bagian dari persiapannya menghadapi perubahan besar regulasi MotoGP pada 2027.

Saat ini, Marquez hanya membutuhkan satu gelar juara dunia lagi untuk menyamai rekor delapan gelar kelas utama milik Giacomo Agostini. Selain itu, ia juga tinggal berjarak 14 kemenangan dari rekor 89 kemenangan MotoGP yang masih dipegang Valentino Rossi. (saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 23 Juni 2026
31o
Kurs