Selasa, 21 Mei 2024

Kampoeng Oase Ondomohen Terima Mesin Pengelolaan Sampah dari UKWMS dan Perbanusa

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
(Kiri ke Kanan) Andrew Joewono, Adi Candra, Adriana Anteng Anggorowati, Dyna Rachmawati dalam pembukaan serah terima alat pengelola sampah di Kampoeng Oase Ondomohen, Surabaya, Sabtu (14/10/2023). Foto: Feby Magang suarasurabaya.net (Kiri ke Kanan) Andrew Joewono, Adi Candra, Adriana Anteng Anggorowati, Dyna Rachmawati dalam pembukaan serah terima alat pengelola sampah di Kampoeng Oase Ondomohen, Surabaya, Sabtu (14/10/2023). Foto: Feby Magang suarasurabaya.net

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya menghibahkan mesin Pyrolisis dan Crusher kepada Kampung Oase Ondomohen Surabaya, Sabtu (14/10/2023).

Program yang menjadi wadah penelitian dosen bersama mahasiswa ini, merupakan implementasi program “Matching Fund” yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).

UKWMS mengikuti skema B1, yaitu kemasyarakatan yang mengharuskan perguruan tinggi untuk bermitra dengan organisasi atau lembaga lain.

“Adapun mitra kami adalah Perbanusa, yaitu Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara DPD I Jawa Timur,” ujar Adriana Anteng Anggorowati Ketua Program Matching Fund UKWMS 2023 kepada suarasurabaya.net.

Adrianan menjelaskan, melihat banyaknya sampah plastik yang semakin sulit dikendalikan dan program green campus menjadi salah satu pendorong terciptanya mesin Pyrolisis dan Crusher.

“Mesin Pyrolisis dan Crusher adalah mesin yang mampu mengubah plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif, dan Kampung Oase Ondomohen menjadi salah satu dari tiga kampung yang mendapat mesin tersebut,” tuturnya.

Diketahui, tak hanya kampung oase Ondomohen yang mendapat mesin pengelola sampah ini. Namun ada juga kampung oase pintar dan kampung songo. Ketiga kampung tersebut masing-masing memperoleh mesin Pyrolisis dan mesin Crusher. Oleh karena itu, ketua program matching fund UKWMS ini berharap banyak dalam mengurangi pencemaran.

“Berharapnya masyarakat bisa memaksimalkan alat itu untuk mengurangi sampah plastik. Khususnya (sampah plastik) yang tidak memiliki harga jual tinggi. Sehingga pencemaran lingkungan tidak semakin besar,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Endang Sriwulansari Ketua RT Kampung Oase Ondomohen menyambut baik hal tersebut. Ia merasa keberadaan mesin ini sebagai berkah, karena dapat membantu dalam mengatasi permasalahan sampah, terutama sampah plastik.

“Rencananya ya kita manfaatkan mesin tersebut untuk menyelesaikan permasalahan sampah khususnya sampah plastik. Dan jika perlu kita juga akan membantu bukan hanya untuk kampung Ondomohen saja, tetapi bisa membantu untuk kampung-kampung tetangga yang masih dalam wilayah satu RW dengan kita,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Oase Ondomohen merupakan kampung yang aktif terlibat dalam menjalankan praktik pemilahan sampah yang efisien, termasuk memanfaatkan berbagai teknologi dan metode.

Dalam upaya pengelolaan sampah organik, kampung ini telah memanfaatkan beragam inisiatif, seperti Biopori, Loseda, komposter, dan bahkan peternakan magot. Sampah organik diolah dengan baik, menjadi sumber keberlanjutan dan nutrisi bagi pertanian lokal. (feb/iss)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya
Surabaya
Selasa, 21 Mei 2024
28o
Kurs