Jumat, 21 Juni 2024

Kemenag Buka Pendaftaran Imam Masjid untuk Ditempatkan di UEA

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi - Sheikh Zayed Grand Mosque Center, Uni Emirat Arab. Foto: Unsplash

Kementerain Agama (Kemenag) membuka seleksi imam masjid yang akan ditempatkan di Uni Emirat Arab (UEA). Pendaftaran ini dibuka hingga 9 Mei 2023.

Adib, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag menyampaikan, pengiriman imam ini merupakan bagian dari kesepakatan kerjasama Indonesia dengan UEA

“Sebelumnya, telah dikirim sebanyak 70 dari target 200 imam. Pada tahun 2023 ini Kemenag akan mengirim 130 imam untuk memenuhi target tersebut,” ungkap Adib dalam keterangan tertulis Kemenag, Rabu (26/04/2023).

Adib mengatakan, program kerja sama ini membuka peluang bagi penghafal Al-Quran dan qari terbaik Indonesia untuk berkarier di kancah internasional.

“Kita memberi kesempatan pada para hafiz di Indonesia untuk berkhidmat dan berkarier sebagai imam yang ditempatkan di masjid-masjid luar negeri, dalam hal ini Uni Emirat Arab,” katanya.

Infografis seleksi calon imam masjid untuk Uni Emirat Arab yang pendaftarannya dibuka hingga 9 Mei 2023. Foto: Kemenag

Dirinya berharap, imam yang nantinya dikirim ke UEA dapat menjadi duta untuk mengharumkan nama Indonesia.

“Imam yang dikirim ke UEA ini membawa nama Indonesia. Kita berharap yang direkrut dan dikirim ke sana adalah orang-orang terbaik yang akan membawa nama baik Indonesia di UEA,” tambahnya.

Ia menambahkan, imam masjid asal Indonesia diminati otoritas UEA lantaran paham keagamaannya yang moderat. Hal ini menjadi nilai tambah selain kemampuan dalam membaca Al-Quran.

“Indonesia merupakan negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia yang memiliki banyak lembaga pendidikan Islam. Paham keagamaan Islamnya moderat,” kata Adib.

Karakter ini, kata dia, menjadi bagian penting dalam ajaran Islam sebagai pembawa kasih sayang bagi semesta alam.

Terpisah, Akmal Salim Ruhana Kasubdit Kemasjidan menjelaskan, calon imam yang akan dikirim ke UEA harus memenuhi syarat berikut:

1. Hafal al-Qur’an minimal 20 Juz,

2. Menguasai ilmu Tajwid (teori dan praktik),

3. Memiliki suara yang fasih dan merdu,

4. Bisa berkomunikasi dalam Bahasa Arab,

5. Memahami ilmu fikih,

6. Memiliki keterampilan retorika dalam berdakwah dan berkhotbah,

7. Berakhlak mulia,

8. Berpaham Ahlussunnah wal Jamaah bi Manhaj Wasathiyyah,

9. Sehat jasmani dan rohani,

10. Tidak bergabung dalam partai politik,

11. Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah

Pendaftaran seleksi calon imam masjid di UEA dibuka hingga 9 Mei 2023. Pengumuman seleksi administrasi 10 Mei 2023, seleksi online 11-13 Mei 2023, pengumuman seleksi online 16 Mei 2023, dan seleksi wawancara secara luring pada 20-22 Mei 2023. Pendaftaran administrasi perlu melampirkan unggahan KTP dan sertifikat keterangan hafiz Al-Quran 20 juz.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui website bimasislam.kemenag.go.id pada menu ‘Seleksi Imam Masjid’. Kemenag juga membuka kanal pertanyaan melalui email [email protected](ihz/faz)

Berita Terkait

..
Surabaya
Jumat, 21 Juni 2024
29o
Kurs