Kamis, 25 Juli 2024

Kemenpan Kembangkan Pemeriksaan Identitas Lewat “Face Recognition”

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Tangkapan layar - Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas dalam kegiatan Soft Launching Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital Nasional di Istana Wakil Presiden, Jakarta, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Kementerian PAN-RB, Selasa (20/6/2023) Foto : Antara

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura II, dan PT KAI tengah mengembangkan pemeriksaan identitas pengguna layanan transportasi umum melalui sistem pengenalan wajah (“face recognition”).

“Kami sudah menginisiasi integrasi dan simplifikasi layanan di bidang transportasi berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kami melakukan pilot project bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk pemeriksaan identitas dengan face recognition dan akan terus dikembangkan,” ujar Abdullah Azwar Anas Menpan RB.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan “Soft Launching Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital Nasional” di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Selasa (20/6/2023), sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Kementerian PAN-RB.

Melansir Antara, Anas mengatakan langkah tersebut sejalan dengan arahan Joko Widodo, Presiden RI dan Ma’ruf Amin, Wakil Presiden yang memberikan target kepada Kemenpan RB untuk melakukan reformasi pelayanan publik secara digital sekaligus berdampak.

Sejauh ini, sejumlah upaya yang dihadirkan Kemenpan RB dalam mereformasi pelayanan publik adalah dengan menghadirkan MPP dan MPP digital.

Menurut Anas, sejak tahun 2017 hingga sekarang telah ada sebanyak 120 MPP yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Lalu pada Selasa ini terdapat 21 kabupaten/kota yang menjadi lokus implementasi MPP digital tahap pertama atau lokus percontohan.

Sebanyak 21 kabupaten atau kota terdiri dari Kabupaten Banyuwangi (Jawa Timur), Kabupaten Banyumas (Jawa Tengah), Kabupaten Brebes (Jawa Tengah), Kabupaten Grobogan (Jawa Tengah), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kalimantan Selatan), dan Kabupaten Kotawaringin (Kalimantan Tengah).

Berikutnya, Kabupaten Magetan (Jawa Timur), Kabupaten Musi Rawas (Sumatera Selatan), Kabupaten Sragen (Jawa Tengah), Kabupaten Tuban (Jawa Timur), Kota Banda Aceh (Aceh), Kota Batam (Kepulauan Riau), Kota Bukittinggi (Sumatera Barat).

Kemudian, Kota Kendari (Sulawesi Tenggara), Kota Magelang (Jawa Tengah), Kota Metro (Lampung), Kota Mojokerto (Jawa Timur), Kota Samarinda (Kalimantan Timur), Kota Surakarta (Jawa Tengah), Kota Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), dan Kota Yogyakarta (DI Yogyakarta). (ant/dvn/faz)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Kamis, 25 Juli 2024
29o
Kurs