Jumat, 14 Juni 2024

Kesehatan Mental Jadi Perhatian Serius, Tahun Ajaran Baru Bakal Ada Tempat Curhat Siswa Surabaya

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Yusuf Masruh Kepala Dispendik Kota Surabaya. Foto: Billy suarasurabaya.net

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyediakan tempat curhat bagi siswa SD dan SMP demi menjaga kesehatan mental anak.

Yusuf Masruh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menyebut, layanan yang diberi nama “Klinik Sahabat” itu akan tersedia di sekolah SD, SMP, baik negeri maupun swasta mulai tahun ajaran baru 2023/2024.

Klinik itu akan memberi ruang anak untuk bercerita dengan teman sebaya-nya maupun ke tenaga pendidik.

“Kami telah menggelar pertemuan dengan ORPRES, FAS, Duta Trantibum, serta Pangeran dan Putri Lingkungan. Nantinya tidak hanya difasilitasi oleh Dispendik saja, melainkan juga ada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB). Jadi sekolah memiliki motivator untuk anak, membuat mereka merasa aman dan nyaman bercerita kepada sesama teman sebayanya maupun guru yang ada di sekolah,” kata Yusuf lewat keterangan resmi yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (26/5/2023).

Kadispendik itu menjelaskan, “Klinik Sahabat” merupakan salah satu ruang terbuka untuk anak-anak dalam mencurahkan keinginannya, serta keluh kesahnya. “Klinik Sahabat”, lanjut Yusuf, diharapkan bisa mewadahi anak-anak mencurahkan keinginan maupun keluh kesah.

“Di sana ada teman-teman Duta Trantibum, FAS, OSIS, ORPRES, PMR (Palang Merah Remaja), serta Pangeran dan Putri Lingkungan yang siap memfasilitasi curhatan anak-anak. Tentunya yang menjadi penanggung jawab adalah Guru BK (Bimbingan Konseling) yang ada di sekolah,” jelasnya.

Menurut Yusuf, langkah itu sebagai bentuk perhatian serius kesehatan mental anak-anak.

“Kita bertemu anak-anak dan memberikan pendampingan psikologi. Ada relawan yang mau ikut, seperti dari  RS Menur ikut mendampingi. Karenanya, saya berharap akan muncul pembiasaan (perilaku) positif dan bijak dalam menggunakan media sosial,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Dispendik Surabaya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh SD dan SMP baik Negeri maupun Swasta di Kota Surabaya dalam penyiapan Klinik Sahabat.

“Ini kami sedang persiapan, saya juga terus koordinasi karena model dan bentuknya menyesuaikan setiap sekolah,” pungkasnya.

Diketahui, pascarentetan kasus anak, Dispendik Kota Surabaya juga mewacanakan modul edukasi seksual mencegah kekerasan terhadap anak atau dilakukan oleh anak. Modul itu akan dijalankan saat tahun ajaran baru. (lta/bil/ipg)

Berita Terkait

..
Surabaya
Jumat, 14 Juni 2024
29o
Kurs