Minggu, 3 Maret 2024

Langkah Dindik Surabaya Cegah Stres Guru Imbas Perubahan Kurikulum

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Yusuf Masruh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya usai upacara peringatan Hari KORPRI dan Hari Guru, Rabu (29/11/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Dinas Pendidikan Kota Surabaya punya langkah antisipasi mencegah guru stres imbas perubahan kurikulum seperti yang diungkap Joko Widodo Presiden RI saat Hari Guru 25 November 2023 lalu.

Yusuf Masruh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyebut, pasti ada peningkatan kompetensi bagi guru sesuai Kurikulum Merdeka yang sedang berlangsung.

“Guru ya update kompetensi sesuai kurikulum merdeka P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan sebagainya, semoga saling menyemangati,” ujar Yusuf, Rabu (29/11/2023) usai upacara peringatan Hari KORPRI dan Hari Guru di Balai Kota Surabaya.

Selain peningkatan kompetensi untuk menyesuaikan kemampuan guru terhadap kurikulum yang terus berkembang, lanjut Yusuf, ada langkah antisipasi lain demi menghindari pemicu stres guru.

“Jadi kita kan punya wilayah-wilayah teman-teman sebagai inisiator curhat antar teman guru,” jelasnya.

Menurut Jokowi berdasarkan hasil riset internasional, tiga penyebab stres guru dipicu perilaku siswa, perubahan kurikulum, dan perkembangan teknologi.

“Karakter budaya pemahaman siswa antar wilayah tidak sama. Untuk mengurangi kejenuhan (guru) kita bentuk per wilayah. Ikut guru penggerak, sekolah penggerak, itu yang memfasilitasi teman-teman. Kalau perlu kita juha kerja sama dengan universitas,” tandasnya.

Hari Guru SD dan SMP di Surabaya diperingati bersamaan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dengan upacara di Balai Kota Surabaya pagi ini. (lta/saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
26o
Kurs