Minggu, 21 April 2024

Meninggalnya Mahasiswi Unair dari Kacamata Psikolog

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Tim Inafis waktu melakukan olah TKP dan identifikasi awal terkait temuan jenazah mahasiswi kedokteran, Minggu (5/11/2023). Foto: Istimewa

Psikolog menilai banyak cara seseorang memilih mengakhiri hidupnya, mulai dari yang mainstream hingga ekstrem.

Riza Wahyuni Psikolog Klinis dan Forensik Surabaya menyebut, kondisi tekanan bisa memperkuat ide atau keinginan bunuh diri seseorang.

“Ketika dalam kondisi tertekan luar biasa, bisa aja ada ide, ada keinginan. Kalau udah ada ide, kemudian dia (kondisi) psikologis tidak terselesaikan dengan baik maka ide (bunuh diri) bisa jadi perilaku. Jadi orang melakukan kemungkinan bunuh diri bisa saja,” jelas Riza dihubungi suarasurabaya.net, Rabu (8/11/2023).

Termasuk memakai cara-cara ekstrem dan penuh usaha sekalipun. Keinginan bunuh diri itu akan memudar bahkan hilang, tapi butuh kejujuran dari dalam diri.

Jujur untuk mendatangi psikolog dan mencari solusi permasalahan atau kegelisahannya. “Betul aja. Mangkanya berjujurlah supaya itu gak jadi riil,” ujarnya.

Jika kegelisahan seseorang hingga mengganggu produktivitas sehari-hari, namun hanya diceritakan dengan teman atau kerabat tanpa intervensi yang tepat, maka bisa saja memperkuat keinginan bunuh diri.

“Belum tentu. Mangkanya datang lah. Bisa aja memperkuat. Karena teman sebatas mendengar, tidak intervensi. Psikolog intervensi. Pskiater menggunakan terapi obat-obat anti depresi,” terangnya.

Meski kepergian CA (21 tahun) mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) diduga bunuh diri, termasuk beredarnya tangkapan layar bukti pemesanan tabung helium dan selang yang ditemukan saat korban meninggal, menurut Riza belum bisa dipastikan.

“Saya belum ditugaskan untuk melakukan autopsi psikologi untuk melihat pada kasus kematian yang dianggap tidak wajar. Misal bunuh diri pencetusnya apa, misalnya dibunuh kira-kira motifnya apa. Pelaku suspek di mana. Itu di psikologi forensik,” jelasnya.

Butuh memastikan keterangan teman-teman terdekat korban, keseharian korban versi orang sekitar, juga riwayat lain, sembari menunggu hasil autopsi.

Sekadar diketahui, hingga kini polisi masih menunggu hasil autopsi CA untuk memastikan benar tidaknya dugaan bunuh diri atau korban pembunuhan.

CA ditemukan meninggal dalam mobilnya di apartemen mangkrak Desa Tambakoso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (5/11/2023). Jenazahnya terbungkus plastik yang tersambung di dalamnya, selang dari tabung helium dan leher terlakban.

Dugaan kuat bunuh diri, adanya temuan secarik surat wasiat diduga tulisan tangan korban berbahasa inggris, pernyataan sang ayah sambung yang meyakini anaknya meninggal, ditambah adanya bukti chat dan pemesanan tabung helium, serta selang yang ditemukan bersamaan dengan jenazah korban.

PERINGATAN: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Jika Anda memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, jangan ragu bercerita, konsultasi, atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Terlebih apabila pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri.

Untuk konsultasi, Anda dapat menghubungi nomor hotline Psikolog Klinis Rumah Sakit Jiwa Menur di 081-3472-753-07 via WhatsApp, setiap Senin-Kamis: 08.00-19.00 dan Jumat: 08.00-13.00 WIB. Atau mengakses layanan Love Inside Sucide Awareness (LISA) Kementerian Kesehatan di Call Center 119 atau hotline 08113855472. (lta/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Minggu, 21 April 2024
29o
Kurs