Minggu, 26 Mei 2024

Pengajar Alquran Metode Tilawati Se-Indonesia Rakernas di Surabaya

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Dr. KH. Umar Jaeni, MPd. Ketua Yayasan Nurul Falah dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tilawati yang dilaksanakan pada 3-5 Maret 2023 di Balai Diklat Kemenag, Kota Surabaya. Foto: Istimewa

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tilawati dilaksanakan pada 3-5 Maret 2023 di Balai Diklat Kemenag, Kota Surabaya. Para pejuang tilawati dari berbagai daerah di Indonesia akan bertemu dalam silaturahmi dalam kegiatan tersebut.

KH Ali Muaffa dari Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya mengatakan, Rakernas Tilawati adalah saat yang tepat untuk saling bersilahturahmi dengan saudara seperjuangan dalam mendakwahkan Al-Qur’an.

“Inspirasinya adalah kami bisa saling bertemu dan bercengkerama dengan sesama guru pejuang Al-Qur’an. Kami juga bisa saling berbagi sudut pandang terkait hal yang mendewasakan, memajukan, bahkan merangkum segala keberkahan,” ujarnya seperti dilansir dari laman Nurul Falah, Jumat (3/3/2023).

Peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tilawati yang dilaksanakan pada 3-5 Maret 2023 di Balai Diklat Kemenag, Kota Surabaya. Foto: Istimewa

Kiai Ali Muaffa menjelaskan, pada awalnya acara ini diadakan tiap setahun sekali, tapi dirasa kurang. Apalagi dengan adanya Covid-19 dua tahun lalu, pada akhirnya kegiatan tahunan ini diadakan setahun dua kali dengan bentuk kegiatan yang berbeda.

“Enam bulan ke depan, akan ada yang disebut rakornas, yang merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan rakernas ini,” kata dia.

Selain mengundang guru Al-Qur’an dari tingkat kota, provinsi, dan kabupaten, kali ini ditambah perwakilan kecamatan untuk mempermudah penyebaran para kepala cabang hingga admin-admin tim tilawati dalam dakwah Al-Qur’an. Bahkan, Rumah Peradaban Quran ikut andil dalam kegiatan rakernas kali ini yang bermula hanya mengundang para kepala cabang serta admin masing-masing.

Dalam kegiatan rakernas ada banyak sesi sharing yang dikemas dalam kegiatan berbagi cerita sukses, dan cerita yang akan didiskusikan menjadi problem solving.

“Harapan saya dari kegiatan kali ini, jangan sampai dakwah di Tilawati ini terhenti hanya di sini saja. Kami perlu memikirkan bagaimana punya karya yang lebih besar lagi. Mengembangkan atau mendirikan sekolah, pesantren atau perpaduan antara sekolah dan pesantren,” kata Kiai Ali Muaffa.(iss/faz)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Bus di Trowulan Mojokerto

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Surabaya
Minggu, 26 Mei 2024
30o
Kurs