Jumat, 1 Maret 2024

Prabowo Tekankan Pentingnya Pemenuhan Alutsista untuk Penguatan Pertahanan Negara

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Prabowo Subianto Menhan saat menyalami penerjun payung yang usai mengibarkan bendera di udara, di Dermaga Madura Ujung Koarmada II, Senin (14/8/2023). Foto: Risky suarasurabaya.net

Prabowo Subianto Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) menekankan pentingnya pemenuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) untuk penguatan pertahanan negara.

Hal itu ia sampaikan saat berada di Dermaga Madura Ujung Koarmada II seusai menyaksikan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) baru Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 beroperasi, Senin (14/8/2023).

“Kekuatan militer merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi suatu negara dalam rangka menjaga kedaulatannya. Salah satu pilar kedaulatan adalah satu kekuatan angkatan laut yang tangguh. Makrah laut Indonesia memiliki tugas utama, sebagai kekuatan pertahanan yang menjaga dan menjamin kedaulatan bangsa dan negara, juga sebagai instrumen diplomasi dan menegakkan hukum nasional di laut Indonesia,” ucapnya.

Prabowo mengatakan bahwa hal tersebut merupakan konsekuensi yang harus diterima, karena Indonesia menjadi negara kepulauan dan menepati posisi strategis di antara dua benua dan dua samudera besar.

“Untuk itu, penguatan material laut, baik dari segi penambahan alutsista, maupun sumber daya manusia adalah mutlak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan negara,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa keberhasilan mewujudkan kapal Mine Counter Meassure Vessel (MCMV) buatan galangan Abeking and Resmussen Jerman itu, kata dia, merupakan bentuk dari kesungguhan dalam menjamin kedaulatan bangsa dan negara.

Prabowo Subianto Menhan saat tiba di Dermaga Madura Ujung Koarmada II, pada Senin (14/8/2023). Foto: Risky suarasurabaya.net

Dengan kecanggihan dan teknologi yang lebih bagus dari tipe kapal sejenis sebelumnya, ia berharap dua kapal tersebut bisa menjawab tantangan keamanan di Indonesia jika diperlukan.

“Kita patut berbangga karena hari ini Indonesia kedatangan alutsista baru dan modern hasil kerja sama pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Jerman,” ucapnya.

Kedatangan alutsista itu, lanjut dia, juga sebagai bukti bahwa Indonesia dan Jerman memiliki hubungan kerja sama yang bagus dan saling berdampak baik bagi kedua belah pihak.

Sebagai informasi, sebelum Menhan menyaksikan kapal pemburu ranjau baru tersebut beroperasi, beberapa jam sebelumnya telah dilakukan seremoni peresmian.

Dan setelah Menhan tiba, dilaksanakan juga beberapa pertunjukan seperti praktik menangkal teroris, tarung derajat, hingga aksi terjun payung yang dilakukan oleh TNI AL dengan mengibarkan bendera merah putih hingga bendera TNI. (ris/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Jumat, 1 Maret 2024
33o
Kurs