Minggu, 25 Februari 2024

Rawan Calo, Pengelola Terminal Purabaya Minta Pemudik Hanya Komunikasi dengan Petugas

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Antrean penumpang menunggu bus AKDP di Terminal Purabaya, Kamis (20/4/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Lebaran Idulfitri 1444 Hijriah membuat jumlah penumpang bus Terminal Purabaya meningkat. Momen itu juga dimanfaatkan para calo tiket.

Cipto Widyanto Staf Administrasi Terminal Tipe A Purabaya menyebut, sudah ada 114 petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Provinsi Jawa Timur, pengelola terminal yang disiagakan selama masa angkutan mudik Lebaran.

“Petugas 114 personel internal Kementerian Perhubungan (BPTD wilayah XI Jatim) ditambah keamanan lain 50 personel, jadi 160-an,” kata Cipto, Jumat (21/4/2023).

Petugas berjanji standby 24 jam untuk melayani penumpang sekaligus melakukan patroli titik-titik rawan di Terminal Purabaya.

“Kesiapan petugas memaksimalkan di titik-titik rawan. Kami sering patroli keliling di daerah rawan. Terkait kesiapan armada, kami komunikasi dengan Perusahaan Otobus (PO). Kalau terjadi lonjakan kami terjunkan angkutan cadangan,” terangnya lagi.

Daerah rawan itu, sambungnya, yang dijadikan lokasi para calo untuk meminta uang kepada penumpang.

“Di pintu keluar, karena banyak yang masih nunggu bus di pintu keluar. Padahal 90 persen penumpang kalau nunggu di sana, nggak akan dapat kursi bus karena penuh,” imbuhnya.

Maka dari itu, dia mengimbau seluruh penumpang masuk ke dalam Terminal Purabaya untuk mencari bus, dan hanya berkomunikasi dengan petugas BPTD yang berseragam untuk menghindari oknum pelaku penipuan.

“Calo-calo banyak yang di luar, karena nggak nyaman di dalam ada banyak petugas. Kalau penumpang habis kena penipuan calo langsung dekat sama petugas biar cepat tertangani,” imbuhnya lagi.

Lebih lanjut, dia juga minta pemudik tidak menampakkan perhiasan secara jelas, mencegah mengundang pelaku kejahatan.

“Pemudik tidak usah bawa perhaisan, uang tunai secukupnya dan komunikasi dengan petugas, jangan asal ngobrol dengan petugas yang bukan pengelola Kementerian Perhubungan,” pungkasnya. (lta/ihz/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Minggu, 25 Februari 2024
25o
Kurs