Rabu, 24 Juli 2024

UC dan DLH Surabaya Fasilitasi 40 Kampung Zero Waste Ubah Sampah Jadi Produk Fashionable

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Pemanfaatan sampah plastik menjadi produk fashionable, dilakukan oleh 40 kampung zero waste di Surabaya yang difasilitasi oleh UC dan DLH Surabaya. Foto: UC

Program Studi Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra (UC), bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya memfasilitasi 40 kampung zero waste di Surabaya, agar dapat mengubah sampah menjadi produk fashionable.

Rahayu Budhi Handayani Dosen Fashion Product Design and Business UC menyatakan, upaya tersebut dilakukan untuk memperkenalkan konsep circular fashion, mendorong konsumsi yang bijaksana, dan menciptakan dampak positif terhadap lingkungan dengan mendorong adanya perubahan berbasis komunitas.

“Pentingnya pengetahuan dampak yang dihasilkan oleh industri fashion terhadap lingkungan adalah untuk menjaga lingkungan. Peserta juga berdiskusi sembari belajar tentang praktik fashion berkelanjutan,” ucapnya pada Rabu (17/5/2023).

Ia mengatakan bahwa 40 kampung zero waste dari RW yang sudah dipilih oleh DLH Kota Surabaya itu, memiliki fokus pada aspek praktis dari daur ulang plastik menjadi produk modis. Yang mana, dalam pelaksanaannya juga dipandu olen 33 mahasiswa FPD UC dari gabungan semester 4, 6 dan 8.

“Peserta mempelajari teknik inovatif untuk mengubah sampah plastik menjadi barang yang bergaya dan fungsional seperti dompet dan tas belanja. Kegiatan mendorong kreativitas peserta dan meningkatkan potensi upcycling sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi polusi plastik,” terang Rahayu.

Salah satu perwakilan peserta dari 40 kampung zero waste di Aula Gedung B DLH Kota Surabaya menunjukan hasil olahan sampah menjadi produk fashionable. Foto: UC

Kegiatan tersebut, menurutnya juga sebagai upaya menginisiasi perubahan perilaku, sekaligus mendorong industri fashion yang lebih berkelanjutan.

“Kami ingin memperkenalkan fesyen sirkular sebagai alternatif dari model linier fashion yang memiliki banyak dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial. Kegiatan ini mendorong konsumsi yang bijak melalui komunitas kampung zero waste,” ujarnya.

Dengan menggabungkan pengetahuan dan pengalaman, ia berharap langkah tersebut dapat menginspirasi peserta untuk mencoba potensi upcycling, sehingga dapat berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Sementara itu, Dyan Prasetyaningtyas Sub-koordinator Penyuluhan Lingkungan Hidup dan Pemberdayaan Masyarakat DLH Kota Surabaya, berharap kolaborasi antara UC dan Pemerintah Kota Surabaya itu, bisa berkelanjutan untuk menuju masa depan yang lebih hijau.

“Kolaborasi ini bisa lanjut sebagai gerakan masal, sehingga dapat mengubah industri fashion berkelanjutan dan mempromosikan konsumsi yang bertanggung jawab,” pungkasnya.

Sebagai diketahui, sebelumnya, pada 11-13 Mei, UC dan DLH Kota Surabaya juga telah memberikan workshop transformatif tentang fashion sirkular dan potensi daur ulang plastik kepada perwakilan peserta dari 40 kampung zero waste di Aula Gedung B DLH Kota Surabaya, untuk mengubah permasalahan sampah menjadi bermanfaat. (ris/bil/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 24 Juli 2024
28o
Kurs