Kamis, 18 April 2024

Beban Kerja Dokter di Seoul Meningkat Imbas Ribuan Dokter Magang Mogok Kerja

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Para dokter memprotes rencana pemerintah yang secara drastis menaikkan kuota pendaftaran tahunan sekolah kedokteran, di Seoul, Korea Selatan pada 15 Februari 2024. Foto: AFP

Beban kerja para dokter dan perawat rumah sakit umum besar di Seoul meroket karena ribuan dokter magang berhenti bekerja selama empat hari berturut-turut, sebagai protes atas rencana pemerintah meningkatkan kuota sekolah kedokteran.

Melansir Antara, sejauh ini hampir 79 persen atau 8.897 dokter dan dokter magang menyerahkan pengunduran diri mereka sebagai protes terhadap rencana pemerintah menambah 2.000 siswa lagi ke sekolah kedokteran tahun depan guna mengatasi kekurangan cadangan dokter.

Dari jumlah tersebut, 7.863 orang belum masuk kerja hingga Kamis (22/2/2024) malam, meskipun pemerintah telah memerintahkan mereka untuk kembali bekerja serta memberi mereka peringatan keras mengenai hukuman, termasuk pencabutan izin kerja.

Akibat pengunduran diri massal itu, rumah sakit umum di Seoul kesulitan mempertahankan layanannya.

Mereka mengurangi kapasitas operasi menjadi 50 persen dan berusaha mengisi kekosongan tersebut dengan meminta bantuan dokter dalam program beasiswa dan profesor, serta perawat.

Namun, meningkatnya kelelahan dan keluhan atas beban kerja yang berat di antara para pekerja medis yang tersisa menimbulkan pertanyaan tentang seberapa jauh mereka dapat bertahan atas ketidakhadiran para dokter yang sedang dilatih.

Dokter yang sedang berada dalam pelatihan (magang) itu dianggap sebagai tenaga kerja inti di rumah sakit umum.

“Jumlah pasien telah menurun, namun beban kerja saya meningkat dua kali lipat,” kata seorang perawat di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul (SNUH) di pusat Kota Seoul.

Dia mengatakan banyak pasien yang keluar dari rumah sakit atau dipindahkan ke rumah sakit lain karena pemogokan dokter magang.

Namun, lanjutnya, meningkatnya tuntutan dari pasien yang cemas dan para penjaga mereka telah menyebabkan beban kerja yang jauh lebih berat.

“Para profesor sekarang menangani tiga hingga empat bangsal per orang, dan beban kerja tampaknya lebih berat bagi mereka,” kata perawat itu. (ant/man/saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Kamis, 18 April 2024
29o
Kurs