Minggu, 16 Juni 2024

Dinas PU BMSDA Sidoarjo Segera Normalisasi Avur Kemendung Penyebab Banjir Dusun Sambirono

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Genangan air di Jalan Mawar Dusun Sambirono Wetan, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman perlahan surut usai banjir lima hari, Senin (8/1/2024). Foto: Suprijadi via WA SS

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo, pagi ini, Senin (8/1/2024), kembali meninjau lokasi banjir yang sebelumnya dilaporkan pendengar Radio Suara Surabaya, terjadi sejak Rabu (3/1/2024) pekan lalu di Jalan Mawar Dusun Sambirono Wetan, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman.

Dalam peninjauannya, Dwi Eko Saptono Kepala Dinas PU BMSDA mengatakan pihaknya menemui beberapa penyebab banjir tahunan itu. Dua penyebabnya, yakni sungai kecil/avur Kemendung yang meluber setiap musim hujan, dan penyempitan avur karena crossing dengan rel kereta api.

“Avur ini sering meluber atau overtop. Tadi pun kami memang ada beberapa hambatan (seperti) tumbuhan liar, ada bangunan-bangunan jembatan liar, sehingga banyak menghambat aliran air. Nah inilah salah satu yang menjadikan aliran di avur Kemendung ini agak terhambat (sehingga terus meluber),” ujar Dwi Eko waktu mengudara di Radio Suara Surabaya tadi, di sela-sela peninjauan.

Selanjutnya, kata Dwi Eko, pihaknya bakal menurunkan excavator guna menormalisasi avur Kemendung tersebut, paling lambat pada hari Rabu/Kamis besok.

“Paling lambat Rabu atau Kamis, kami turunkan excavator kecil dan ponton untuk normalisasi avur Kemendung sejauh kurang lebih 1,2 kilometer. Ini kami bersihkan, kami normalisasi, dan nanti kami lanjutkan pemasangan plengsengan (sepanjang) 150 meter,” ucapnya.

Normalisasi dan pemasangan plengsengan itu, lanjutnya, untuk mencegah luberan air dari avur Kemendung masuk ke Jalan Mawar Dusun Sambirono.

Langkah lainnya, PU BMSDA akan melakukan peninggian jalan dengan elevasi ketinggian 30-40 centimeter di Jalan Mawar, beserta sistem drainasenya.

Dwi Eko menjelaskan, tiga langkah tersebut akan dikebut pihaknya dalam dua bulan ini. Namun, untuk normalisasi sungai akan didahulukan.

“Baru yang kedua nanti untuk pembangunan plengsengan, InsyaAllah nanti di sana sudah bisa tertangani karena ya memang itu permasalahannya,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, alasan permasalahan baru terpetakan sekarang, karena di tahun sebelumnya pihaknya masih mencarikan saluran pembuangan air. Selain itu, saat ini Dinas PU BMSDA juga sudah bekerja sama dengan pengembang salah satu perumahan di sana, terkait normalisasi avur.

“Saluran Kemendung ini juga crossing dari perkampungan ke perumahan. Ternyata tadi sudah dapat jalan keluar, salah satunya itu bersama-sama menormalisasi,” bebernya.

Adapun terkait bangunan-bangunan liar seperti jembatan penghubung di avur Kemendung, ke depan juga bakal ditertibkan, karena tiang-tiang bangunan dinilai menghalangi laju air saat debitnya tinggi.

“Apabila warga nanti itu berharap ada jembatan penghubung, enggak apa-apa nanti secara teknis kami bantu. Strukturalnya kami bantu, sehingga nanti jembatan itu tidak mengganggu aliran sungai,” ucapnya.

Untuk jangka pendek penanganan banjir, dia memastikan dua rumah pompa telah ditempatkan di sana. Karena, Sambirono Wetan sudah dikategorikan sebagai rawan bencana banjir.

Selain penyedotan air kemarin, Minggu (7/1/2024), Dwi Eko mengatakan pihaknya telah membuka pintu air di hilir sungai terdekat. Sehingga, saat ini sudah ada penurunan debit air yang kemarin dilaporkan setinggi 3-40 centimeter, menjadi sekitar tujuh centimeter.

“Pagi tadi ini saya cek, saya pakai sepatu paling pol tujuh centimeter. Informasinya temen-temen subuh sempat mengering, tapi naik lagi. Setelah kami cek, ternyata tiga tadi penyebabnya,” jelasnya. (bil/ham)

Berita Terkait

..
Surabaya
Minggu, 16 Juni 2024
25o
Kurs