Selasa, 25 Juni 2024

Dinkes Jatim Fokus Tangani Anak dari Sumenep dan Pamekasan yang Terjangkit Polio

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Erwin Astha Triyono Kadinkes Jatim waktu ditemui di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jatim, Selasa (16/1/2024). Foto: Wildan suarsurabaya.net

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melakukan pemantauan dan penanganan medis terhadap dua anak terjangkit Virus Polio yang ditemukan di Kabupaten Sampang dan Pamekasan, Pulau Madura.

Sebetulnya total anak terjangkit Virus Polio mencapai 11 orang di Jatim, Namun dokter Erwin Astha Triyono Kepala Dinkes Jatim menyebut, sembilan anak sudah dinyatakan dalam penanganan dan sehat berdasarkan hasil surveilans.

“Yang satu dari Sampang dan satu Pamekasan situasi sudah terkendali dan mendapat pendampingan dari puskesmas untuk difisioterapi. Sedangkan yang sembilan anaknya sehat, itu hasil surveilans kita cek Fesesnya ternyata ada polionya,” kata Erwin ditemui di Surabaya, Selasa (16/1/2024).

Meskipun kasus Polio baru ditemukan di Sampang dan Pamekasan, namun status Kejadian Luas Biasa (KLB) tidak ditetapkan di wilayah tersebut.

Erwin menyebut, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menginstruksikan supaya status KLB Polio ditetapkan di level provinsi supaya penanganannya secara menyeluruh di semua kabupaten/kota.

“Supaya tidak lanjutnya lebih merata karena yang diimunisasi Polio bukan hanya dua (anak) itu tetapi di 38 kabupaten/kota,” katanya.

Kadinkes Jatim itu mengimbau, upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk berkontribusi mencegah sebaran Polio adalah tidak BAB sembarangan (BABS) di sungai.

“Kita butuhkan adalah kebersihan sanitasi sehingga diharapkan mohon maaf yang buang air besar tolong dilakukan di jamban tertutup enggak boleh dibuang ke sungai,” jelas Erwin.

Diketahui, Virus Polio merupakan salah satu penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Virus tersebut mudah masuk ke dalam tubuh anak yang belum mendapatkan imunisasi. Apalagi virus itu mudah berkembang di dalam saluran pencernaan dan menyerang sistem saraf anak hingga menyebabkan kelumpuhan.

Sementara itu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio putaran pertama di Jatim sudah dimulai Senin (15/1/2024) kemarin. Menurut data Dinas Kesehatan Jatim 1.168.443 anak berusia 0-7 tahun sudah menerima imunisasi novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2).

Capaian imunisasi di hari pertama itu baru menjangkau 26,3 persen dari total anak yang berhak mendapat imunisasi polio. Jumlah total anak yang jadi sasaran imunisasi mencapai 4.437.679 anak.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menyatakan pekan imunisasi polio ini digelar serentak selama dua putaran. Putaran pertama berlangsung selama 15-21 Januari dan putaran kedua pada tanggal 19-25 Februari 2024.

PIN Polio ini dilaksanakan berdasarkan surat dari Menteri Kesehatan RI Nomor: IM.02.03/Menkes/1051/2023 tanggal 29 Desember 2023 perihal Pelaksanaan Sub PIN dalam rangka Penanggulangan KLB Polio cVDPV2.

Khofifah menjelaskan, kegaiatan imunisasi ini wajib dilaksanakan oleh tiga provinsi karena ditemukan kasus lumpuh layu akut (Acute Flaccid Paralysis) atau disebut AFP yang dipicu oleh Virus Polio Tipe Dua.

“Kemenkes RI menyerukan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Jatim, dan DI Yogyakarta untuk melaksanakan Sub PIN secara serentak mulai 15 Januari 2024,” ucap Khofifah.(wld/iss/ipg)

Berita Terkait

..
Surabaya
Selasa, 25 Juni 2024
25o
Kurs