Rabu, 24 Juli 2024

Pakar Tekankan Pentingnya Imunisasi Polio Seiring Kembali Munculnya Kasus

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi imunisasi polio. Foto: iStockphoto

Dede Nasrullah Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menekankan pentingnya imunisasi polio seiring dengan kembali munculnya kasus.

Dede mengatakan, meskipun Indonesia pernah dinyatakan bebas polio pada tahun 2014. Tetapi virus itu kembali muncul pada akhir 2023, menjangkit dua anak di Pulau Madura dan satu anak di Jawa Tengah.

“Imunisasi polio merupakan imunisasi wajib dasar lengkap untuk anak. Indonesia termasuk dalam cakupan imunisasi tinggi, akan tetapi mengapa muncul Kejadian Luar Biasa (KLB), artinya perlu ada evaluasi karena kalau terjadi KLB pasti cakupan imunisasinya rendah,” katanya, pada Jumat (12/1/2024).

Jika cakupan imunisasinya terpenuhi, kata dia, maka kasus polio akan bisa terkontrol dalam satu wilayah.

“Solusi untuk memutuskan KLB tersebut adalah Outbreak Response Immunization (ORI) dengan melakukan pemberian polio massal kepada seluruh kelompok rentan,” imbuhnya.

Dalam pemberian imunisasi polio, ada dua jenis, yakni pertama Oral Polio Vaccine (OPV) yang merupakan pemberian secara oral atau diteteskan ke mulut mulai dari bayi usia nol sampai empat bulan.

Sedangkan kedua, yakni Injeksi Polio Vaccine (IPV), cara pemberian imunisasinya dengan disuntik di lengan atas atau paha yang pemberiannya secara bertahap.

“Efektifitas perlindungan vaksin polio IPV sampai dengan 99 hingga 100 persen bila diberikan dalam tiga dosis. Vaksin polio ini mengandung virus yang dilemahkan sehingga akan membentuk memori pada sel imun anak,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan jika anak sedang sakit berat, seperti muntah atau diare berulang dan tampak tidak aktif sama sekali, imunisasi polio dapat ditunda hingga anak benar-benar sembuh.

Sementara jika anak hanya sakit ringan seperti batuk pilek dan demam, terutama jika ia masih bisa makan dan minum, serta tampak aktif, vaksinasi boleh dilakukan.

Meskipun begitu, ia mengingatkan, agar lebih baiknya tetap dikonsultasikan kepada dokter untuk mengetahui lebih lanjut apakah kondisi anak memungkinkan untuk diberikan imunisasi polio

“Selain untuk anak, imunisasi polio bagi orang dewasa juga tetap perlu dilakukan, terutama bagi siapa pun yang berisiko tinggi terinfeksi polio,” pungkasnya. (ris/bil/ham)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 24 Juli 2024
31o
Kurs