Selasa, 16 Juli 2024

Hamas Sebut Usulan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza Tuntutan Realistis

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Seorang warga mengibarkan bendera Palestina selama parade solidaritas dengan Palestina di Sanaa, Yaman pada 29 Januari 2024. Foto: Reuters

Osama Hamdan petinggi kelompok Hamas pada Sabtu (16/3/2024) menyebutkan, usulan kesepakatan gencatan senjata yang diajukan pihaknya merupakan tuntutan yang realistis.

Dilansir Antara, dalam negosiasi gencatan senjata, Hamas meminta perang diakhiri, pengungsi dipulangkan, serta bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Jalur Gaza dijalankan.

Petinggi Hamas yang berbasis di Beirut, Lebanon tersebut mengatakan, usulan pihaknya sangat realistis sehingga tidak pantas ditolak.

“Usulan gencatan senjata tersebut secara detail menjelaskan persoalan tahanan Israel, warga Palestina yang ditahan oleh Israel, dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza,” ujarnya.

Hamdan mengatakan pula bahwa Hamas masih menunggu respons Israel serta Amerika Serikat, yang menjadi penyokong terbesar Israel dalam agresinya di Jalur Gaza, terkait usulan mereka.

Hamdan mengemukakan bahwa selain Israel telah gagal mencapai tujuannya dalam serangannya ke Jalur Gaza, Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel juga tahu separah apa kerugian yang diderita militer Israel akibat agresi itu.

Hamas sebelumnya telah menyerahkan usulan kesepakatan gencatan senjata kepada pihak mediator dan Amerika Serikat. Usulan yang dibagi dalam dua tahap tersebut mencakup pertukaran tahanan Israel dengan warga Palestina yang ditahan Israel, yang 100 orang di antaranya dihukum seumur hidup.

Tahanan Israel yang dibebaskan pada tahap pertama akan mencakup tentara wanita serta wanita, anak-anak, dan lansia lainnya, yang akan ditukar dengan 700 hingga 1.000 warga Palestina.

Proposal tersebut juga meminta penarikan tentara Israel dari kota-kota dan kawasan padat penduduk di Gaza pada tahap pertama, serta penarikan penuh Israel dari Gaza pada tahap kedua.

Pengepungan Gaza harus diakhiri, dan pembangunan infrastruktur Gaza yang hancur akibat gempuran Israel sejak 7 Oktober 2023 harus dijalankan, lanjut tuntutan gencatan senjata tersebut.

Selain itu, kelompok perlawanan Palestina itu juga mendesak Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat mengawasi implementasi kesepakatan gencatan senjata nantinya. (ant/azw/saf/ham)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Selasa, 16 Juli 2024
30o
Kurs