Kamis, 30 Mei 2024

Jenazah Anak Perempuan Berbaju Batik Ditemukan Mengapung di Sungai Buntaran Surabaya

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Petugas tiba di lokasi penemuan jenazah anak yang mengapung di sungai sekitaran Kelurahan Manukan, Kecamatan Tandes, Surabaya, pada Sabtu (20/1/2024) pagi. Foto: Command Center Surabaya

Jenazah seorang anak berbaju batik ditemukan mengapung di Sungai Buntaran, Kelurahan Manukan, Kecamatan Tandes, Surabaya, pada Sabtu (20/1/2024), sekitar pukul 06.00 WIB.

Rahman, warga setempat yang pertama kali menemukan jenazah tersebut menceritakan awalnya dia sedang bersih-bersih halaman belakang rumahnya yang tepat membelakangi sungai.

Waktu bersih-bersih itulah, dia melihat sosok yang dikira boneka, namun saat didekati ternyata jenazah seorang anak perempuan.

“Jadi itu (langsung) saya selamatkan, saya ambil dari tengah kali (sungai), saya berusaha pinggirkan ke tepinya (sungai),” ujar Rahman waktu mengudara di Radio Suara Surabaya, Sabtu pagi.

Dia menjelaskan, saat itu air sungai dalam kondisi mengalir, tapi tidak terlalu deras. Sungai juga diperkirakannya tidak terlalu dalam, sekitar satu sampai satu meter setengah.

Sementara untuk ciri-ciri jenazah, lanjutnya, korban memang masih lengkap menggunakan pakaian dengan motif seperti batik.

“Masih dengan pakaian, jadi semacam batik gitu ya, tapi warna pastinya saya tidak bisa kenali karena tertutup dengan lumpur. Cirinya rambut lurus agak pendek, tidak terlalu panjang,” rincinya.

Saat berita ini diterbitkan, Tim SAR sudah datang ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi pengangkatan jenazah dari sungai.

Diberitakan sebelumnya, pencarian anak perempuan inisial MWN (6 tahun) yang tenggelam di selokan Jalan Bumi Sari, Sambikerep, Surabaya masih belum membuahkan hasil, hingga Jumat (19/1/2024) sore.

Sebelumnya, MWN diduga hanyut di selokan Jalan Bumi Sari, Sambikerep, Surabaya, Kamis (18/1/2024). Laporan kejadian ini baru diterima petugas pada Kamis sekitar pukul 20.00 WIB.

Ketika kejadian, anak berusia enam tahun ini sedang bermain bersama kakaknya berinisial SAN (10) di sekitar saluran air pada Kamis siang. Pada saat itu kondisi tengah hujan deras.

Dari keterangan kakak korban, mereka main di saluran yang arusnya cukup deras. Setelah hujan selesai, sang kakak kembali pulang sendirian ke rumah. SAN baru berani bercerita sekitar pukul 20.00 WIB saat orang tuanya mencari keberadaan adiknya.

Untuk diketahui, dari pakaian dan ciri-ciri MWN saat pertama kali hilang yang diceritakan keluarga kepada petugas evakuasi, identik dengan jenazah yang ditemukan pada Sabtu pagi ini. (bil/ipg)

Berita Terkait

..
Surabaya
Kamis, 30 Mei 2024
29o
Kurs