Rabu, 29 Mei 2024

Polres Malang Ungkap Penipuan Umroh Rugikan Korban Rp1,9 Miliar

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
AKP Gandha Syah Hidayat Kasat Reskrim Polres Malang (kedua kiri), saat memberikan keterangan terkait kasus penipuan ibadah umroh di Mapolres Malang, Kepanjen, Jawa Timur, Selasa (9/1/2023). Foto: Antara

Kepolisian Resor (Polres) Malang mengungkap kasus penipuan ibadah umroh yang dilakukan tersangka berinisial AA (34) terhadap 49 orang jemaah, dengan total kerugian mencapai Rp1,9 miliar.

AKP Gandha Syah Hidayat Kasat Reskrim Polres Malang di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (9/1/2024) mengatakan bahwa para korban penipuan tersebut, mengalami kerugian akibat tidak diberangkatkan ibadah umroh sesuai dengan yang dijanjikan oleh tersangka.

“Jadi ada kesepakatan bahwa jemaah akan berangkat umroh via Surabaya, Kuala Lumpur, Jeddah, Mekkah dan Madinah. Namun, pada kenyataannya tidak seperti itu. Kerugian mencapai Rp1,9 miliar,” kata Gandha seperti dilansir Antara.

Gandha menjelaskan, dari total 49 korban penipuan tersebut, memesan sejumlah paket umroh yang ditawarkan oleh pelaku melalui PT HJS dan PT UHK. Untuk mendapatkan calon jemaah, tersangka AA bekerja sama dengan agen umroh berinisial IWN yang merupakan pelapor.

Menurutnya, dari total 49 jamaah umroh tersebut, sebanyak 42 orang mengambil paket dengan harga Rp18,5 juta, dua orang mengambil paket dengan harga Rp19,5 juta dan lima lainnya mengambil paket seharga Rp24,5 juta, untuk 11 hari perjalanan.

Saat itu, lanjutnya, pada 27 November 2023 sebanyak 49 jamaah tersebut dijanjikan untuk berangkat ibadah umroh dengan rute yang dimaksud. Namun, pada kenyataannya, pada jemaah tersebut hanya diberangkatkan hingga Kuala Lumpur, Malaysia.

“Pada pelaksanaannya, 49 jemaah umroh ini berangkat dari Surabaya ke Kuala Lumpur. Setelah di sana, sampai dua hari mereka tidak diberangkatkan. Para jemaah mengeluh kepada pelapor,” katanya.

Ia menambahkan, pelapor berinisial IWN tersebut kemudian menyampaikan permasalahan itu kepada tersangka AA. Tersangka menyatakan bahwa uang para jemaah tersebut sudah habis, dan lebih baik kembali ke Indonesia serta tidak melaksanakan ibadah umroh.

“Akan tetapi, kesepakatan para jemaah umroh dengan pelapor, mereka kemudian menggunakan uang pribadi untuk tetap melaksanakan ibadah umroh,” tambahnya.

Setelah dilakukan penyelidikan dan gelar perkara terhadap kasus tersebut, lanjutnya, Polres Malang menetapkan AA sebagai tersangka. Tersangka ditahan di Rumah Tahanan Polres Malang sejak 27 Desember 2023.

Atas perbuatannya, tersangka yang merupakan warga Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Jawa Timur tersebut dijerat dengan Pasal 378 KUHP Tentang Penipuan dan Pasal 372 Tentang Penggelapan KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait

..
Surabaya
Rabu, 29 Mei 2024
32o
Kurs