Jumat, 12 April 2024

PP Al Khidmah Pastikan Tidak Ada Politisasi Dukung Capres Tertentu dalam Haul Akbar

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ketua Panitia Haul Akbar Al-Khidmah, Ketua Umum PP Al-Khidmah, ketua Pondok pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya Nasiruddin (tengah) Ketua Panitia Haul Akbar Al-Khidmah bersama Mohammad Uripan (kiri) Ketua Umum PP Al-Khidmah dan Ahmad Kunawi ketua Ponpes Assalafi Al-Fithrah dalam konferensi pers di Ponpes Assalafi Al-Fithrah Surabaya, Jumat (9/2/2024). Foto: Risky suarasurabaya.net

Mohammad Uripan Ketua Umum PP Al Khidmah memastikan tidak ada politisasi mendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam haul akbar di Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafi Al-Fithrah Surabaya, pada Sabtu (10/2/2024) malam, dan Minggu (11/2/2024) pagi.

Hal itu ia katakan, seiring dengan pelaksanaan haul akbar mendekati hari pemungutan suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, yang mengundang kekhawatiran sebagian pihak jika kegiatan tersebut akan dipolitisasi untuk kepentingan pemilu.

“Haul akbar murni kegiatan berdoa, silaturuhiyah para murid, para muhibbin dengan para guru-gurunya, mendoakan keselamatan bangsa dan negara termasuk agar pemilu berjalan aman dan damai. Kami tidak ada urusan dengan dukungan capres-cawapres,” katanya dalam konferensi pers pada Jumat (9/2/2024).

Dia mengatakan, jemaah Al Khidmah yang didirikan oleh hadrotussyaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaqi bin KH. Muhammad Utsman Al Ishaqy RA, dan dideklarasikan pada tahun 2005 di Semarang itu, semua kegiatannya tidak pernah digiring untuk mendukung partai politik maupun calon presiden tertentu.

Ia menegaskan, Al Khidmah yang sudah tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara, juga bukan sebagai cikal bakal awal berdirinya suatu organisasi partai politik atau pendukung dan pembela salah satu politik.

Ia juga mengatakan bahwa Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaqi bin KH. Muhammad Utsman Al Ishaqy RA pernah berpesan, agar siapapun yang menjadi pengurus Al Khidmah menyayangi, menghargai dan menaungi serta lindungi jemaah Al Khidma dan menyerukan agar jangan dibawa kemana-mana, tetapi selalu berada di mana-mana.

“Hanya secara pribadi sebagai hamba-hamba yang menghambakan dan berkhidmah kepada Allah SWT, mempunyai hak dan kewajiban serta kebebasan untuk ke mana-mana dan berada serta duduk di mana-mana,” tuturnya.

Halaman depan Ponpes Assalafi Al-Fithrah Surabaya, Jumat (9/2/2024). Foto: Risky suarasurabaya.net

Katanya, sikap itu semata-mata demi memperjuangkan dan meraih keadailan, kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara dalam naungan syariat Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW serta akhlakul karimah Aslafuna Ash Sholihun RA.

“Jadi, Al Khidmah itu netral, pilih sesuai dengan hari nurani karena pilihan kita akan dipertanggungjawabkan ke hadirat Allah SWT,” ucapnya.

Sementara terkait dengan pelaksanaan yang mendekati masa tenang Pemilu 2024, Uripan menjelaskan bahwa hal itu hanya kebetulan semata.

“Sebab kegiatan Haul Akbar di pondok Al-Fithrah itu, sudah terjadwal sebagai penutup rangkaian majelis dzikir yang dirintis hadrotussyaikh RA yang diselenggarakan oleh Al Khidmah setiap tahunnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia mewakili panitia dan jemaah Al-Khidmah juga meminta maaf kepada masyarakat Surabaya khususnya warga kawasan Kedinding atas ketidaknyamanan hingga kemacetan yang berpotensi ditimbulkan  selama dua hari ke depan.

Untuk diketahui, kegiatan haul akbar itu akan dihadiri oleh pada kiai sepuh, habaib, umara dan Habib Umar Al-Jilany dari Turki. Sedangkan untuk jemaah, diperkirakan akan dihadiri sekitar 400 jemaah, baik dari Indonesia maupun luar negeri. (ris/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil Porsche Seruduk Livina di Tol Porong

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Jumat, 12 April 2024
27o
Kurs