Senin, 7 September 2026

13 Ribu Penumpang Bandara Ngurah Rai Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Suasana penumpang kedatangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali. Foto: Antara

Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada aktivitas penerbangan dari dan menuju Bali. Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat sekitar 13 ribu penumpang terdampak akibat pembatalan dan perubahan jadwal penerbangan selama dua hari terakhir.

Gede Eka Sandi Asmadi Head of Communication & Legal Division Bandara I Gusti Ngurah Rai mengatakan, belasan ribu penumpang tersebut terdiri atas penumpang rute kedatangan dan keberangkatan.

“Adapun jumlah penumpang yang terdampak pada periode tersebut sebanyak kurang lebih 13 ribu penumpang, yang terbagi atas 4,4 ribu penumpang rute kedatangan dan 8,7 ribu penumpang rute keberangkatan,” kata Gede Eka, Senin (7/9/2026).

Data tersebut merupakan rekapitulasi operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak Minggu (6/9/2026) pukul 07.00 Wita hingga Senin (7/9/2026) pukul 11.00 Wita.

Dalam periode tersebut, sebanyak 108 penerbangan terdampak pembatalan maupun pergeseran jadwal. Gangguan terutama terjadi pada konektivitas penerbangan antara Bali dan sejumlah bandara di Pulau Jawa.

Rute dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang menjadi yang paling banyak terdampak.

Selain itu, gangguan terjadi pada penerbangan yang menghubungkan Bali dengan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Pada rute kedatangan ke Bali, sebanyak 43 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan.

Pembatalan juga terjadi pada lima penerbangan dari Halim Perdanakusuma dan tiga penerbangan dari Husein Sastranegara.

Sementara pada rute keberangkatan dari Bali, sebanyak 51 penerbangan menuju Soekarno-Hatta dibatalkan.

Masing-masing tiga penerbangan menuju Halim Perdanakusuma dan Husein Sastranegara juga mengalami pembatalan.

Gangguan tersebut terjadi setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda memengaruhi ruang udara nasional.

Otoritas penerbangan kemudian melakukan penutupan sementara sejumlah bandara di wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung.

Dampaknya turut dirasakan pada konektivitas penerbangan dari dan menuju Bali, terutama rute yang melewati atau terhubung dengan wilayah udara terdampak.

Meski sejumlah penerbangan mengalami pembatalan dan perubahan jadwal, operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai secara umum tetap berjalan.

Gede Eka mengatakan, layanan kebandarudaraan dan infrastruktur bandara tetap beroperasi. Penerbangan domestik ke daerah lain serta seluruh penerbangan internasional juga disebut tetap berjalan tanpa kendala teknis.

“Selaku pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai kami berkoordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang penerbangan terdampak yang telah berada di bandara, serta dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.

Untuk membantu penumpang yang harus menunggu pemulihan penerbangan di terminal, pengelola bandara menyalurkan makanan ringan dan minuman.

Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai juga mengimbau calon penumpang memeriksa kembali status penerbangan kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Langkah ini penting mengingat perubahan jadwal penerbangan dapat mengikuti perkembangan kondisi ruang udara dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 7 September 2026
31o
Kurs