Namun dari hasil pemantauan citra satelit terkini menunjukkan titik api di dua kawasan tersebut sudah mulai padam. Meski demikian, Amrul menyatakan petugas tetap melakukan penyisiran dan pembasahan untuk mengantisipasi munculnya bara api.
“Helikopter PK-DAP akan melakukan observasi jika kondisi yang memungkinkan akan dilaksanakan water bombing,” katanya.
Kemudian kebakaran di kawasan Gunung Argopuro, tercatat membakar area seluas kurang lebih 488 hektar sejak Sabtu 12 September 2026 kemarin.
Amrul mengungkap kendala petugas saat menangani karhutla di Argopuro adalah area kebakaran yang terkonsentrasi di lereng gunung terjal.
“Pada 12 September 2026 teramati kepulan asap yang cukup tebal di wilayah Gunung Argopuro. Tim Gabungan melakukan pemantauan di Gunung Gilap karena lokasi titik api berada di lereng pegunungan yang tidak bisa di jangkau,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

