Dinas Pendidikan Jatim Tunggu Regulasi Pusat untuk Penataan Guru PPPK dan Non-ASN
Selasa, 29 September 2026 | 17:45 WIB
Para korban dugaan penipuan umrah oleh PT AAT saat membuat laporan ke SPKT Polda Jatim, Minggu (27/9/2026). Foto: Istimewa
Namun keberangkatan itu tidak kunjung direalisasikan oleh pihak travel, padahal ia sudah menyiapkan paspor, melakukan vaksinasi mandiri, serta menerima koper dan seragam batik dari pihak travel.
Kecurigaan Iin Haniyatur semakin menguat setelah mendapat kabar bahwa jadwal keberangkatan tiba-tiba diundur dan digabung dengan kelompok lain.
Selain itu, kabar gagal berangkatnya puluhan jemaah asal Jombang juga semakin menambah kepanikan para korban.
“Kita sudah resah, sudah gelisah. Bagaimana dengan jemaah yang di bulan selanjutnya,” jelas Iin Haniyatur.
Korban semakin yakin merasa ditipu setelah gagal menghubungi pemilik travel dan tidak bisa menemuinya untuk meminta kejelasan terkait keberangkatan umrah.